Jakarta | Mikanews : Cendekiawan dan penulis buku ideologi Pancasila, Prof. Dr. Yudi Latif, menyoroti dinamika pergantian kabinet yang dinilai sekadar memindahkan “bidak catur” tanpa menyentuh persoalan mendasar.
Dalam pernyataannya pada Rabu malam, 16 September 2026, Yudi menyebut pemerintahan saat ini berjalan tanpa peta yang jelas, melainkan “tambal sulam” dan berlandaskan firasat.
“Bahkan Menteri Keuangan Purbaya—yang sebelumnya digemakan seolah jawaban atas krisis fiskal, ikut terseret arus pergantian. Yang kemarin dipuji, hari ini disingkirkan. Begitulah pemerintahan ini bekerja,” ujar Yudi.
Yudi menegaskan, menteri boleh berganti, namun kekacauan sistem tidak ikut berubah.
“Persoalannya bukan siapa yang duduk, melainkan ke mana kursi itu diarahkan. Agenda besar, tetapi integritas, konsistensi, dan kapasitasnya rendah,” tegasnya.
Lebih jauh, Yudi menyoroti kultur kekuasaan yang dinilai hanya berpusat pada kepentingan lingkar dalam:
“asal bapak senang, kabar buruk disaring, kritik diperlunak, keberhasilan dibesar-besarkan, kegagalan dicarikan pembenaran.” Akibatnya, pemimpin bukan kekurangan informasi, melainkan kekurangan kebenaran yang sampai.
Dalam sistem semacam ini, kebijakan menjadi seni menebak kehendak.
Loyalitas lebih dihargai daripada kompetensi, dan kesalahan tidak pernah menjadi pelajaran.
Pemerintahan terlihat sibuk, namun negara kehilangan arah yang jelas — ibarat kapal dengan terlalu banyak tangan di kemudi, tetapi tak ada yang memastikan tujuan.
“Pergantian kabinet hanyalah cara mahal untuk mengulang kekacauan yang sama dengan wajah berbeda,” tegas Yudi.
Ia mengingatkan bahwa pemerintahan yang baik bukan yang paling banyak menggagas, melainkan yang mampu menjadikan keputusan sebagai garis haluan, kekuasaan sebagai kapasitas etis, dan kebijakan sebagai pedoman yang utuh.
Solusinya, menurut Yudi, bukan sekadar mengganti orang, tetapi memerlukan keberanian pemimpin untuk mendengar kebenaran, keteguhan menjaga arah, dan kecakapan mengubah keputusan menjadi kenyataan.
Tanpa itu, pergantian menteri hanyalah pertunjukan yang sama, dengan pemain yang berbeda.
(Red)





