BerandaNASIONALProgram Kuliah Gratis untuk Anak Kurang Mampu: Cetak Sarjana Digital yang Berakhlak...

Program Kuliah Gratis untuk Anak Kurang Mampu: Cetak Sarjana Digital yang Berakhlak dan Berdaya Saing Global

Padang Pariaman | Mikanews.id – Sebuah program Kuliah gratis atau pendidikan berbasis kepedulian sosial hadir untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat dan kemauan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa yang memenuhi kriteria akan digratiskan biaya kuliahnya hingga tamat, sehingga tidak ada lagi alasan bagi generasi muda untuk berhenti bermimpi karena keterbatasan ekonomi.

Program ini bertujuan melahirkan sarjana vokasi di bidang IT dan digital yang handal, beradab, serta berakhlak, sehingga mampu bersaing di era teknologi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya.

Dalam penerapannya, kampus tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga membangun karakter spiritual dan budaya bagi seluruh civitas akademika. Setiap hari, kegiatan kampus dimulai pukul 08.00 pagi dengan shalat dhuha berjamaah dan membaca beberapa ayat Al-Qur’an. Mahasiswa, tenaga pendidik, dan dosen juga bergiliran menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) sebelum kegiatan belajar dimulai pukul 08.30 WIB.

Ketika azan Zuhur berkumandang, seluruh aktivitas perkuliahan dihentikan sementara untuk melaksanakan shalat berjamaah di kampus, sebagai bentuk pembinaan spiritual bagi seluruh warga kampus.

Selain itu, kurikulum juga diperkuat dengan pembelajaran adat istiadat Minangkabau, yang diajarkan langsung oleh tokoh-tokoh adat Minangkabau. Hal ini dilakukan agar lulusan yang ahli di bidang digital tetap memiliki akar budaya yang kuat. Pihak kampus meyakini bahwa ilmu tanpa adat dan akhlak dapat merusak masa depan generasi muda.

Keunikan lain dari program ini adalah penerapan hari bahasa untuk membentuk kemampuan komunikasi global mahasiswa.

Senin dan Selasa seluruh warga kampus menggunakan Bahasa Indonesia.

Rabu dan Kamis menggunakan Bahasa Inggris, meskipun masih belajar secara bertahap, “sakarek ula sakarek baluik dulu”.

Pada Semester 3, 4, dan 5, mahasiswa mulai mempelajari Bahasa Mandarin.

Hari Jumat, seluruh aktivitas menggunakan Bahasa Minangkabau sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Baca juga: Zakat Fitrah dan Ketentuan Pembayarannya

Dengan sistem ini, diharapkan ketika mahasiswa memasuki semester 6 dan 7 untuk magang, mereka sudah mampu menguasai setidaknya dua bahasa asing, sejalan dengan konsep sarjana vokasi yang siap kerja di dunia global.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang cerdas secara teknologi, kuat secara spiritual, dan berakar pada budaya Minangkabau.

“Semoga ikhtiar ini mendapat ridho dari Allah SWT dan menjadi jalan lahirnya generasi unggul masa depan,” harap penggagas program tersebut.

InsyaAllah, Allah meredhoi. Aamiin Ya Rabbal Alamin. 🙏

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini