BerandaOPINIRenungan dan Tiga Sikap Umat Islam di Ramadhan

Renungan dan Tiga Sikap Umat Islam di Ramadhan

Renungan dan Tiga Sikap Umat Islam di Ramadhan
Oleh : Gusmizar
Pranata Humas Ahli Muda pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat, dan Praktisi Jurnalis di Pasaman Barat
RAMADHAN, bulan mulia dan memiliki keutamaan, jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya dan orang-orang yang melaksanakan Ibadah Puasa ramadhan akan diberikan Allah SWT keutamaan.

Dalam syariat Islam secara jelas diuraikan, Umat-Ku (umat Nabi Muhammad SAW) diberi lima keistimewaan pada bulan ramadhan, yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka

1. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih disukai oleh Allah daripada minyak kasturi.

2. Ikan-ikan akan memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka.

3. Allah SWT menghiasi syurgaNya setiap hari dan berfirman kepadanya,

“Saatnya hampir tiba bagi hamba-hambaKu yang shaleh yang tabah dalam ujian, untuk melepaskan segala beban kesukaran (di dunia) dan akan mendatangimu.”

4. Setan-setan jahat akan dibelenggu sehingga tidak dapat bebas menggoda pada bulan-bulan lainnya.

5. Pada malam terakhir bulan tersebut, mereka akan diampuni. Ada orang bertanya,
“Ya Rasulullah, apakah malam itu Lailatul Qadar?”

Rasulullah SAW bersabda, “Bukan, tetapi seorang pekerja akan diberikan upahnya jika telah selesai dari pekerjaannya.(H.R. Ahmad).

Sangat tepat, apabila dikatakan bahwa bulan ramadhan adalah bulan penuh keutamaan. Di sini pulalah dikatakan kehadiran bulan ramadhan adalah sesuatu yang ditunggu- tunggu Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat pada masanya dan tentunya oleh seluruh umat Islam.

Tiga Sikap Hadapi Ramadhan
Sangat disayangkan akhir-akhir ini, setiap kali bulan ramadhan tiba ternyata ada tiga sikap kaum muslimin dalam menghadapinya. Sikap Pertama, Orang-orang yang bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan tersebut.

Sebab, dia bersikap seakan-akan dia mengetahui dengan pasti bahwa bulan Ramadhan datang membawa rahmat dan berkah. Memang sudah sewajarnya umat Islam bergembira dengan datangnya bulan ramadhan.

Sebab, Hadits Nabi menyatakan, “Sekiranya umatku mengetahui apa yang terkandung dalam bulan ramadhan, maka mereka akan menginginkan sepanjang tahun adalah ramadhan.”

Sikap Kedua. Mereka yang menggerutu dengan datangnya bulan ramadhan. Sebab, dia merasa kedatangan bulan ramadhan akan menghambat hawa nafsu dan kepentingannya. Dia tidak sadar bahwa ramadhan datang untuk memberikan kebaikan kepada dirinya, menambah kesehatan pada dirinya, membawa keberkahan yang tiada tara.

Baca juga: PAI se Pasaman Barat, Ikuti Pembinaan

Hendaknya kita tidak perlu heran, kenapa misalnya, para sahabat Nabi Muhammad saw begitu bergembira dengan datangnya bulan suci ramadhan dan sangat berduka cita, menangis tersedu-sedu bagaikan mendapat musibah besar.

Ketika ditinggalkan oleh bulan suci ramadhan tersebut. Ini menunjukkan bahwa para sahabat memahami betul manfaat dari melaksanakan ibadah ramadhan itu.

Sikap Ketiga. Orang yang tidak peduli sama sekali dengan datangnya bulan ramadhan. Bagi orang seperti ini, ada atau tidaknya bulan ramadhan, sama saja. Tidak ada yang berubah dalam dirinya.

Satu-satunya yang berubah adalah ketidakberubahan itu sendiri. Bagi orang yang berkategori manusia pada sikap ketiga ini, dalam terminologi Imam Al-Gazali disebut sebagai,

“Orang yang tidak tahu, dan tidak tahu kalau dia memang tidak tahu. Inilah orang bodoh. Jauhilah dia!” Orang seperti ini, ibarat kita berdiam di pinggir api, meski tak sempat terbakar tetapi sempat terkena pantasnya. (*)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini