Pasaman Barat, Mikanews.id | Tumpah ruah murid RA (Raudhatul Athfal) dan Taman Kanak-kanak (TK) se Pasaman Barat, Kamis (15/10) kemarin mengikuti bimbingan manasik haji di lapangan hijau Jambak, Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat.
Panitia penyelenggara sekaligus pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Pasaman Barat, Wita, jelaskan, manasik haji terpadu saat ini (Kamis- red) diikuti 1.166 peserta. Mereka dari 38 lembaga RA, dari Pasaman 2 RA dan perwakilan dari 3 unit TK.
Selain Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, Ketua DWP, Ny. Wira Thomas, manasik haji murid RA dan TK terpadu itu, dihadiri Bupati, diwakili Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, Ahmad Hanif, Ketua TP PKK sekaligus Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAID), Ny. Sifrowati Yulianto dan rombongan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, sampaikan, haji merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap umat Islam yang memiliki kemampuan, baik secara fisik, materi maupun kesehatan untuk menjalankannya.
Selain ibadah wajib bagi umat Islam,, ulas Thomas Febria, ibadah haji juga sebagai satu dari lima rukun Islam. Karenanya berhaji adalah perintah Allah SWT yang diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, melaksanakannya ke tanah suci, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Manasik haji, merupakan sarana, metode atau cara memberikan materi bimbingan berapa ilmu pengetahuan, wawasan, pengalaman berhaji dari pemateri, sesuai judul materi dan waktu yang ditentukan. Melalui manasik haji, setiap calon jemaah haji tahu, faham dan mengerti bagaimana tata cara ibadah haji.
Pengetahuan berhaji yang diberikan para pemateri kepada setiap jemaah, ulasnya, mulai dari proses berangkat dari daerah, dalam perjalanan, selama melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umrah, sampai kembalinya para jemaah dari tanah suci ke daerah masing-masing.
Praktik merupakan pola pendidikan yang sangat efektif bagi murid TK yang sedang tumbuh di usia emas. Karena itu, bimbingan manasik haji cilik kepada ratusan murid TK se Pasaman Barat, sebagai modal awal agar mereka tercurah fikiran dan rasa peduli untuk melakukan ibadah haji ke tanah suci. (gmz)





