BerandaLINGKUNGAN HIDUPTPS RW 14 Halim Perdanakusuma Jadi Model Cerdas Kelola Sampah

TPS RW 14 Halim Perdanakusuma Jadi Model Cerdas Kelola Sampah

Jakarta Timur | Mikanews — TPS RW 14 Halim Perdanakusuma menghadirkan terobosan pengelolaan lingkungan dengan menggabungkan pemilahan sampah, pertanian, dan budidaya ikan dalam satu sistem yang saling terhubung.

Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, itu diresmikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Model tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah. Pengelolaannya dirancang agar sampah yang masih memiliki nilai guna dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian dan perikanan.

Dalam konsep yang diterapkan di TPS RW 14, sampah organik diolah menjadi pupuk untuk mendukung lahan pertanian.

Sementara itu, aliran air di kawasan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya ikan. Dengan pola ini, pengelolaan sampah, pertanian, dan perikanan ditempatkan dalam satu rangkaian kegiatan.

Munjirin menilai pola tersebut memiliki keunggulan karena pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pemilahan.

“Ini menjadi pola sirkulasi yang sangat baik. Mudah-mudahan model seperti ini bisa diikuti oleh sembilan kecamatan lain di seantero Jakarta Timur,” ujar Munjirin dalam sambutannya.

TPS RW 14 dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya lahan biopori berukuran besar, area pertanian, kolam perikanan, serta tempat pemilahan sampah organik dan anorganik.

Munjirin juga menekankan pentingnya mengelola sampah sejak dari sumbernya. Menurut dia, sampah rumah tangga maupun sampah dari tempat usaha sebaiknya tidak seluruhnya langsung dibawa keluar lingkungan.

Sampah perlu dikelola terlebih dahulu di wilayah asalnya sesuai dengan jenis dan pemanfaatannya.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan dari sumbernya. Baik rumah tangga maupun tempat usaha, sebaiknya dikelola sebaik-baiknya di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Pengelolaan dari sumber diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga dapat memperoleh manfaat dari hasil pengolahan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Pengembangan TPS RW 14 melibatkan sejumlah pihak. Lanud Halim Perdanakusuma menyediakan lahan, sedangkan dukungan dunia usaha diberikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan 275 tong biopori. Rinciannya, 100 unit dari Jasa Marga, 100 unit dari Transjakarta, 65 unit dari SPPG Kecamatan Makasar, dan 10 unit dari SPBU Pinang Ranti.

Selain tong biopori, turut diserahkan cairan EM4 untuk mendukung proses pengolahan sampah organik.

Perwakilan Jasa Marga, Amri Sanusi, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan PT Transjakarta, Ayu Kusuma Wardhani. Ia menegaskan bantuan tersebut bukan menjadi dukungan terakhir dan kolaborasi di bidang lingkungan akan terus diperluas.

Perwakilan Lanud Halim Perdanakusuma, M. Ilham, juga menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap kawasan yang dikembangkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Makasar.

Peresmian TPS RW 14 juga ditandai dengan penebaran benih ikan nila. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengelolaan lingkungan di kawasan itu diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.

Sampah organik diolah, lahan dimanfaatkan untuk pertanian, sementara kolam digunakan untuk budidaya ikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi, Camat Makasar Dimas Prayudi, serta jajaran perwakilan Lanud Halim Perdanakusuma.

TPS RW 14 kini menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis kawasan di Jakarta Timur. Konsep yang menghubungkan pemilahan sampah, biopori, pertanian, dan perikanan itu diharapkan dapat diterapkan di sembilan kecamatan lainnya.

Pesan utama dari program tersebut sederhana: sampah tidak harus langsung menjadi beban jika dikelola sejak dari sumbernya.

Dengan pengelolaan yang tepat, material yang sebelumnya dibuang dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif di lingkungan masyarakat. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini