BerandaDAERAHPembimas Katolik Tinjau Persiapan Nataru di Pasaman Barat

Pembimas Katolik Tinjau Persiapan Nataru di Pasaman Barat

Pasaman Barat | Mikanews.id : Pembimbing Masyarakat Pembinaan Katolik Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Selasa (23/12) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) persiapan pelaksanaan perayaan natal dan tahun baru (Nataru) di Pasaman Barat.

Monev dipimpin Pembimas Katolik, Hendrikus Jomi, bersama dua anggota, sesampai di Pasaman Barat, berkunjung sekaligus silaturahmi di Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasubbag Tata Usaha, Suharjo.

Selama di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Hendrikus Jomi, Pembimas Katolik Kanwil di ruang Kasubbag Tata Usaha itu, diterima Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, dan Pranata Humas Ahli Muda, Gusmizar.

Hendrikus Jomi, sampaikan, sebagai Pembimas juga umat Katolik di Sumatera Barat, Natal dan tahun baru atau Nataru, merupakan hari penting bagi jajarannya. natal merupakan hari raya bagi umatnya, begitu juga untuk jemaat beragama kristen protestan.

Baca Juga : Ketua DPRD Riau: Penanganan TNTN Butuh Dukungan Bersama

Setiap hari raya, ulasnya lagi, kegiatan dengan serangkaian agenda yang dilaksanakan harus khitmat dan sakral. Salah satu upaya agar kegiatan keagamaan dimaksud berjalan lancar dan khitmat, tentu harus dilaksanakan dengan tenang, nyaman dan penuh kedamaian.

Kepada jemaat umat Katolik, Hendrikus Jomi, diminta agar mengkisi serangkaian ibadah Natal dan penyambutan tahun baru dengan khitmat. Tingkatkan koordinasi, jalin kebersamaan dan jauhkan diri dari hal-hal yang merusak ibadah memecah-belah umat, dan hindari upaya terjadinya konflik..

NKRI, kata Hendrikus Jomi, harus dijadikan landasan untuk berbuat di negeri ini. Tingkatkan kebersamaan, kerukunan umat beragama, dan jaga kekompakan di tengah masyarakat, terutama di daerah atau lingkungannya masing-masing.

Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, menyampaikan, walau Pasaman Barat sebagai daerah yang berada di kawasan pesisir pantai barat Sumatera. Penduduk yang multi etnis, agama, adat dan budaya yang heterogen.

Namun, ingat ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) di Pasaman Barat berjalan lancar dan harmonis. Selain etnis Jawa (dikenal dengan kawasan transmigrasi), gabungan dari etnis Jawa , Mandahiling (termasuk Batak dan tapanuli. Warga Pasaman Barat juga berasal dari Jawa.

Menghadapi libur akhir semester, natal dan tahun baru, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dan pihak terkait, selalu siap melakukan pekerjaan dan koordinasi, dalam rangka pengamanan Nataru di Pasaman Barat. (gmz)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini