PASAMAN BARAT | Mikanews.id – Babimba Pasaman Barat kembali digelar meriah di Kampung Mudik Simpang, Nagari Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau. Kegiatan adat ini dihadiri langsung oleh Bupati Yulianto sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Minangkabau.
Babimba Pasaman Barat merupakan tradisi warisan leluhur yang bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Pasaman Barat Yondrizal, Kepala Dinas Pariwisata Afrizal, Camat Talamau Nur Fauziah Zein, serta Wali Nagari Timbo Abu Kajai Taufik Hidayat, bersama ninik mamak dan tokoh masyarakat.
Kehadiran bupati dan rombongan disambut meriah melalui tarian persembahan oleh niniak mamak setempat sebagai bentuk penghormatan adat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan makan baadaik dan baarak balimau, yang menjadi bagian penting dari tradisi Babimba serta sarat nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Babimba Pasaman Barat perkuat identitas budaya ditegaskan langsung oleh Bupati dalam sambutannya. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan adat seperti ini harus terus dilestarikan. Selain menjaga budaya, juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Yulianto.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama DPRD untuk terus mendukung pelestarian adat sebagai bagian dari pembangunan berbasis kearifan lokal.
Babimba Pasaman Barat dorong persatuan masyarakat sekaligus menjadi momentum penyampaian informasi terkait Pemilihan Wali Nagari (Pilwana). Bupati berharap proses tersebut berjalan aman dan menghasilkan pemimpin terbaik.
“Kami berharap Pilwana berjalan lancar dan mampu melahirkan pemimpin yang membawa kemajuan bagi nagari,” tambahnya.
Selain itu, bupati menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, persatuan menjadi kunci dalam menciptakan kemajuan Pasaman Barat.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045, dengan menanamkan nilai adat, budaya, dan karakter positif sejak dini.
Sementara itu, Wali Nagari Timbo Abu Kajai, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran bupati. Ia menilai dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi masyarakat dalam membangun nagari.
Menurutnya, alek nagari seperti Babimba bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga.
Babimba Pasaman Barat diharapkan terus berlanjut sebagai tradisi yang memperkuat persatuan, menjaga identitas budaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
(Aulia)





