Pasaman Barat | Mikanews.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan (faskes) yang rusak akibat bencana. Tiga unit prioritas yang ditangani yakni Pustu Sikilang, Polindes Sikilang, dan Pustu Mandiangin.
Rehabilitasi faskes Pasaman Barat ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memulihkan akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak. Pelaksanaan kegiatan dikerjakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Sumatera Barat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pengawasan instansi terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, mewakili Bupati Pasaman Barat Yulianto, menegaskan percepatan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ini penting agar masyarakat segera kembali mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terutama di daerah terdampak bencana,” ujar Gina Alecia, Kamis (30/4).
Fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes) dinilai memiliki peran strategis dalam menjangkau pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga di daerah terpencil.
Baca juga: Batagak Kudo-Kudo Masjid Multazam, Bupati Yulianto Tegaskan Kekuatan Adat di Pasaman Barat
Program ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan penyelarasan Rencana Induk dan Rencana Aksi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Pasaman Barat.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam dokumen bernomor 05/BA-PB/Gs6/2026 yang disepakati pada 7 Maret 2026 di Padang. Proses ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam implementasinya, dilakukan penyelarasan data antara usulan perbaikan fasilitas kesehatan dengan kebutuhan teknis di lapangan. Langkah ini bertujuan agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi riil pascabencana.
Selain itu, seluruh usulan penanganan telah disesuaikan dengan skala prioritas pemulihan serta didukung data teknis yang akurat.
Pemulihan layanan kesehatan Pasaman Barat diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi fasilitas yang rusak, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat ke depan.
Gina Alecia menegaskan pentingnya sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan agar proses rehabilitasi berjalan efektif dan efisien.
“Upaya ini tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” tutupnya.
(Aulia)





