Pasaman Barat | Mikanews.id — Tradisi batagak kudo-kudo mewarnai syukuran pembangunan Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Kamis (30/4). Kegiatan ini digelar di Rumah Gadang Tuanku Bosa, Kampung Koto Dalam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau.
Batagak kudo-kudo Masjid Multazam menjadi simbol kuatnya nilai adat dan budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat. Acara tersebut turut dihadiri Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama jajaran pemerintah daerah.
Kehadiran bupati didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Pasbar, Getri Ardenis, serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Pasbar, Yudhinal Reviola. Rombongan disambut hangat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Yulianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Talu dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menegaskan bahwa tradisi batagak kudo-kudo bukan sekadar seremoni pembangunan, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Adat bukan hanya warisan nenek moyang, tetapi juga menjadi identitas dan benteng bagi generasi muda agar tetap mengenal serta menghargai nilai-nilai budaya,” ujar Yulianto.
Baca juga: Pemkab Pasaman Barat Tancap Gas Perbaiki 172 Hektare Sawah Rusak, Progres Capai 26 Persen
Menurutnya, kekuatan utama pembangunan daerah terletak pada kebersamaan masyarakat. Ia menilai, nilai adat yang terjaga akan menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi masa depan.
Tradisi Talamau ini juga dimanfaatkan bupati untuk menyampaikan program pemerintah pusat, yakni Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial. Program tersebut bertujuan memberikan akses pendidikan gratis sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Yulianto berharap seluruh elemen masyarakat mendukung program tersebut agar dapat terealisasi di Pasaman Barat.
Sementara itu, Tuanku Bosa XV, Jhonny ZA, menyampaikan terima kasih atas kehadiran bupati dan rombongan. Ia menilai perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan kuat bagi masyarakat untuk terus melestarikan adat sekaligus berperan aktif dalam pembangunan.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah semakin kuat,” ungkapnya.
Syukuran Masjid Multazam berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Tradisi yang dijalankan menunjukkan eratnya hubungan antara adat, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Talamau, sekaligus menjadi bukti bahwa nilai budaya tetap hidup di tengah pembangunan modern.





