Pasaman Barat | Mikanews.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Asriwan, Minggu (17/5) sore, melakukan Rukyatul hilal, penentuan awal Zulhijjah 1447/2026 di gedung DPRD Pasaman Barat, Simpang Empat.
Berdasarkan ketentuan, penentuan masuknya awal bulan, apakah Bulan Ramadhan, Syawal dan awal Zulhijjah, bisa dilakukan menjelang detik-detik matahari terbenam sekaligus meliwal munculnya awal bulan di saat itu.
Untuk penentuan awal Zulhijjah tahun 1447 ini, ulasnya, waktu atau estimasi Rukyatul hilal dilaksanakan di akhir bulan Dzulhijjah, yaitu saat-saat menunggu terbenamnya matahari dan diperkirakan muncul awal bulan, persisnya beberapa saat menjelang waktu sholat Maghrib masuk.
Selain di Pasaman Barat, ulas Thomas Febria, rukyatul hilal dilakukan serentak di berbagai daerah se Indonesia. Hal ini menjadi bagian penting dalam penetapan awal bulan bagi Kementerian Agama RI.
Baca juga:Â Awal Dzulhijjah Senin Besok, Idul Adha 1447/2026 Serentak
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehati-hatian sebagai bentuk komitmen Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat dalam memberikan pelayanan dan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Pada pemantauan kali ini, hilal tidak dapat terlihat dari titik pengamatan karena kondisi yang tertutup awan. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke pusat sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H dan hari raya Idul Adha.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, sampaikan kegiatan rukyatul hilal rutin dilaksanakan setiap memasuki bulan-bulan penting dalam kalender hijriah. Selain bagian dari proses penentuan awal Dzulhijjah, kegiatan ini juga bentuk pelayanan lembaga memberikan kepastian informasi kepada masyarakat terkait penetapan awal bulan hijriah dan Hari Raya Idul Adha. (gmz)




