BerandaDAERAHLayanan RSUD Pasbar Lumpuh Akibat Mogok Dokter: Pasien Lansia Jauh-jauh Datang Pulang...

Layanan RSUD Pasbar Lumpuh Akibat Mogok Dokter: Pasien Lansia Jauh-jauh Datang Pulang Tanpa Diobati

JAMBAK | MIKANEWS : Ratusan warga dari berbagai penjuru nagari di Kabupaten Pasaman Barat terpaksa menahan kekecewaan mendalam.Niat mereka berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat kandas total setelah seluruh layanan Poli Spesialis mendadak berhenti beroperasi akibat aksi mogok kerja para dokter, Rabu (3/6/2026).

Pantauan awak media dari Perkumpulan Jurnalis Online Pasaman Barat (AJO-PASBAR) di lokasi, suasana terlihat sangat memprihatinkan.

Barisan kursi tunggu dan area sekitar loket pendaftaran penuh sesak oleh pasien, yang mayoritas adalah lanjut usia.

Wajah-wajah lelah dan menahan sakit terlihat jelas; sebagian menyandarkan kepala ke tembok, ada pula yang memijat bagian tubuh yang terasa nyeri, menunggu kejelasan pelayanan yang tak kunjung ada.

Baca juga: AJO Pasbar dan Polsek Pasaman Pererat Sinergi: Bersama Jaga Kamtibmas dan Cegah Penyebaran Hoaks

Kondisi terasa semakin menyayat hati mengingat sebagian besar pasien menempuh perjalanan jauh berjam-jam dari kecamatan terluar seperti Ranah Batahan, Sungai Beremas, Parit Koto Balingka, hingga Lembah Melintang. Mereka rela berangkat sejak subuh meninggalkan rumah demi mendapatkan antrean awal dan penanganan medis yang tepat waktu.

Salah satu yang kecewa berat adalah Nur (75), warga Parit Koto Balingka yang berniat berobat ke Poli Penyakit Dalam. Dengan suara lemah dan wajah lesu, ia mengaku sudah bersiap sejak pagi buta.

“Saya berangkat sangat pagi dari rumah, badan terasa nyeri semua. Tapi begitu sampai sini, pintu poli tertutup dan tidak ada dokter yang bertugas. Sungguh kecewa, kami harus pulang lagi tanpa mendapatkan obat atau pemeriksaan apa pun,” keluh Nur sambil memegangi pinggangnya.

Nasib serupa dialami Ros (68), warga Siduampan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia harus menelan pil pahit setelah perjalanan panjang dan biaya transportasi yang tidak murah terbuang sia-sia.

“Kami ini orang kecil, ongkos pulang pergi dari Ranah ke sini lumayan besar. Harapannya bisa sembuh setelah diperiksa, ternyata layanan ditutup karena dokter mogok. Kalau rumah sakit milik pemerintah saja begini pelayanannya, kami rakyat kecil mau mengadu ke mana lagi?” ucap Ros dengan nada suara bergetar menahan sedih.RSUD

Lumpuhnya fasilitas kesehatan andalan masyarakat ini memicu gelombang kritik.

Banyak warga menilai pelayanan kesehatan adalah hak dasar yang dijamin negara, sehingga terhentinya operasional rumah sakit dianggap sebagai pengabaian tanggung jawab publik yang serius.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti di balik aksi mogok kerja massal para dokter spesialis tersebut belum diketahui secara jelas.

Pihak manajemen RSUD Pasaman Barat pun terkesan menutup diri dan menghindar.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media ke ruang pimpinan rumah sakit menemui jalan buntu.RSUD

Pihak manajemen tidak mau ditemui, sementara panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan balasan sama sekali.

Belum ada penjelasan resmi mengenai berapa lama kondisi ini akan berlangsung atau solusi apa yang di siapkan.

Masyarakat kini menaruh harap besar kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan.

Campur tangan pemerintah dianggap sangat mendesak agar persoalan ini cepat teratasi dan hak warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terus dikorbankan.

(Laporan:
Tim Redaksi AJO-PASBAR)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini