BerandaNASIONALPendidikan Sebagai Jalan Keluar Kemiskinan, Ketua ICMI Aceh Tekankan Keterkaitan Dunia Kerja

Pendidikan Sebagai Jalan Keluar Kemiskinan, Ketua ICMI Aceh Tekankan Keterkaitan Dunia Kerja

Banda Aceh | Mikanews : Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses mencetak gelar dan ijazah, melainkan instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan serta menjawab kebutuhan nyata pembangunan. Demikian ditegaskan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Aceh, Taqwaddin, saat membuka Talkshow Pendidikan Nasional yang dirangkai dengan Musyawarah Daerah (Musda) ICMI Aceh Besar di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Selasa (7/7/2026) bertepatan dengan 22 Muharram 1448 H.

Dalam paparannya, Taqwaddin menyoroti kondisi kualitas pendidikan yang masih memerlukan pembenahan menyeluruh.

Merujuk pada data World Top 20 Education Poll, Indonesia menempati peringkat ke-67 dari 203 negara yang disurvei.

Sementara di tingkat nasional, posisi pendidikan Aceh masih berada di urutan ke-26 dari total 38 provinsi.

“Angka ini menjadi cermin bahwa kualitas pendidikan di Aceh belum berada pada tingkat yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan pembenahan berkelanjutan agar pendidikan benar-benar berfungsi sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Pentingnya Prinsip Link and Match dan Wawasan Luas;

Salah satu pembenahan mendasar yang menjadi penekanan utama adalah terjalinnya keterkaitan yang selaras antara penyelenggaraan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha maupun dunia kerja.

Prinsip kesesuaian atau link and match ini menjadi kunci agar setiap peserta didik dipersiapkan dengan arah yang jelas dan kompetensi yang relevan saat menyelesaikan jenjang pendidikannya.

Lebih mendalam, ia mengingatkan bahwa esensi pendidikan terletak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan yang bermutu harus mampu menjadi jalan keluar nyata dari berbagai persoalan mendasar, terutama kemiskinan struktural yang masih dihadapi masyarakat luas.

Selain kompetensi keahlian, Taqwaddin juga menekankan perlunya pembekalan wawasan yang komprehensif.

Mahasiswa diharapkan mampu memegang prinsip *tahu banyak tentang sedikit hal, dan tahu sedikit tentang banyak hal” sebagai bekal menghadapi kompleksitas tantangan zaman yang terus berkembang.

Pola pikir ini melatih kedalaman keahlian sekaligus keluasan pengetahuan yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah secara utuh.

Harapan Lahirnya Gagasan Solutif;

Taqwaddin berharap forum diskusi ini melahirkan rumusan pemikiran yang cerdas, aplikatif, dan mampu mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia secara umum maupun di wilayah Aceh secara khusus.

Kepada seluruh peserta Musda ICMI Aceh Besar, ia juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang akan terpilih nantinya mampu memperkokoh peran lembaga dalam menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan yang menjadi tulang punggung kemajuan daerah.
(Yusuf)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini