BerandaDAERAHSekolah Rakyat Dharmasraya Jadi Senjata Putus Kemiskinan, Mahyeldi: Pendidikan Gratis Ubah Masa...

Sekolah Rakyat Dharmasraya Jadi Senjata Putus Kemiskinan, Mahyeldi: Pendidikan Gratis Ubah Masa Depan Anak

DHARMASRAYA | Mikanews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pendidikan merupakan investasi paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya diharapkan menjadi pintu perubahan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh pendidikan berkualitas secara gratis sekaligus memiliki peluang meraih masa depan yang lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya yang berlokasi di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026).

Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan program strategis nasional yang menyediakan pendidikan berasrama tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang agar peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa terbebani biaya pendidikan.Sekolah Rakyat

Mahyeldi menegaskan, tidak ada pembangunan sosial yang lebih berkelanjutan dibandingkan mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah pilar utama pembentukan karakter, kecerdasan, dan masa depan bangsa. Pendidikan juga menjadi alat paling ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Ketika seorang anak memperoleh pendidikan yang baik, masa depannya berubah dan manfaatnya akan dirasakan hingga generasi berikutnya,” tegasnya.

Mahyeldi Larang Keras Perpeloncoan Saat MPLS

MPLS menurut Mahyeldi tidak boleh dipandang sekadar kegiatan seremonial menyambut tahun ajaran baru. Ia menilai masa pengenalan sekolah merupakan tahapan penting untuk membangun karakter, menanamkan disiplin, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.Sekolah Rakyat

Karena itu, seluruh sekolah diminta melaksanakan MPLS secara edukatif, kreatif, menyenangkan, dan sepenuhnya bebas dari praktik kekerasan maupun perpeloncoan.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

“Tidak boleh ada perpeloncoan, intimidasi, kekerasan fisik maupun verbal, ataupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik,” katanya.

Kepada para siswa baru, Mahyeldi juga mengajak agar berani memiliki cita-cita besar dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.

“Jangan takut bermimpi besar. Di sekolah ini kalian akan dibimbing oleh guru-guru terbaik yang siap mendampingi meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.Sekolah Rakyat

Siswa Dapat Asrama, Makanan Bergizi hingga Laptop

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, menjelaskan pemerintah tidak hanya menyediakan pendidikan secara gratis, tetapi juga memenuhi seluruh kebutuhan dasar siswa selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dan memperoleh makanan bergizi setiap hari. Selain itu, pemerintah juga menyediakan laptop sebagai sarana belajar karena sistem pembelajaran telah menggunakan Learning Management System (LMS) berbasis digital.

“Anak-anak akan memperoleh makanan bergizi, laptop sebagai media pembelajaran, dan sistem belajar sudah berbasis teknologi. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang melek digital dan siap bersaing,” kata Wildan.

Wildan mengungkapkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya menjadi Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat, bukan sekolah rintisan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga jumlahnya mencapai 500 sekolah pada tahun 2029.

390 Siswa dari Lima Daerah Mulai Belajar

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyebut kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata bahwa negara hadir memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 390 siswa. Sebanyak 268 siswa berasal dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.

Annisa juga membagikan kisah seorang anak bernama Rehan yang baru dapat mengenyam pendidikan pada usia 10 tahun setelah diterima di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, kisah itu menjadi bukti bahwa program tersebut mampu membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memperoleh kesempatan bersekolah.

“Inilah fungsi Sekolah Rakyat. Negara hadir memberi kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka bisa bermimpi menjadi orang sukses, memutus rantai kemiskinan, bahkan menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.

Usai membuka MPLS, Mahyeldi meninjau ruang kelas dan asrama siswa. Ia berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya mampu melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, mandiri, memiliki daya saing tinggi, serta siap menjadi pemimpin Indonesia pada masa depan. (Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini