BerandaBERITALIRA Nias Soroti Revitalisasi SMPN 2 Ulugawo Rp1,1 Miliar

LIRA Nias Soroti Revitalisasi SMPN 2 Ulugawo Rp1,1 Miliar

NIAS | mikanews — LIRA Nias menyoroti revitalisasi SMP Negeri 2 Ulugawo yang menggunakan anggaran APBN sebesar Rp1,1 miliar. Di tengah pembangunan sekolah yang kini mencapai progres 60 persen, kondisi jalan rusak sepanjang 5 kilometer justru menjadi keluhan paling mendesak dari guru dan warga.

DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias melakukan kunjungan investigasi ke SMP Negeri 2 Ulugawo, Kecamatan Ulugawo, Kabupaten Nias, Rabu (16/9/2026).

Tim LIRA Nias yang terdiri dari Denius Gulo dan Aroziduhu Gulo diterima langsung Kepala SMP Negeri 2 Ulugawo Emerson Bu’ulolo, S.Pd., bersama para guru.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara.

Ketua DPD LIRA Nias Denius Gulo mengatakan, kehadiran LIRA bukan untuk menghambat pembangunan. Pemantauan dilakukan untuk mendorong keterbukaan sekaligus membantu masyarakat memahami pentingnya pembangunan yang transparan dan tepat sasaran.

“LIRA hadir bukan untuk menghambat, melainkan memantau dan mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya pembangunan yang transparan dan tepat sasaran,” ujar Denius.

Kepala SMP Negeri 2 Ulugawo Emerson Bu’ulolo menyambut kunjungan tersebut dan menyampaikan data pelaksanaan program secara terbuka.

Program revitalisasi sekolah itu bersumber dari APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan pagu anggaran Rp1.100.421.000.

Pekerjaan dimulai pada Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender.

Revitalisasi mencakup rehabilitasi empat ruang kelas dan satu ruang administrasi. Proyek tersebut juga mencakup pembangunan satu unit toilet baru.

Selain itu, pekerjaan meliputi penggantian atap seng menjadi spandek, pemasangan lantai keramik baru, serta pembangunan plafon baru.

Namun, pelaksanaan pekerjaan menghadapi kendala. Kondisi jalan yang rusak membuat pengiriman material bangunan menjadi sulit.

Curah hujan yang tinggi turut menjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Hingga kunjungan dilakukan, progres revitalisasi SMP Negeri 2 Ulugawo telah mencapai 60 persen.

Di luar program revitalisasi, Emerson juga menyampaikan kebutuhan pembangunan ruang UKS, laboratorium IPA, dan rumah dinas guru.

Kebutuhan rumah dinas disebut berkaitan dengan kondisi guru yang harus menempuh perjalanan jauh dari Gunungsitoli setiap hari.

Persoalan yang paling banyak disorot dalam kunjungan tersebut adalah kondisi jalan di kawasan Ulugawo.

Jalan sepanjang sekitar 5 kilometer itu disebut mengalami kerusakan parah dan menjadi akses yang digunakan warga serta guru dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Seorang perwakilan guru mengungkapkan kondisi jalan menjadi semakin berbahaya ketika hujan karena permukaannya licin.

“Jalan ini rusak total, licin saat hujan. Saat menurun kami takut rem blong. Ini mengancam keselamatan setiap hari,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Kepala SDN 076704 Fahandona, Sozanolo Nduru, S.Pd.

Sekolah tersebut juga mendapatkan program revitalisasi berupa rehabilitasi dua ruang kelas. Namun, pelaksanaannya terkendala keterlambatan izin pembongkaran bangunan.

“Kami berharap jalan di Kecamatan Ulugawo segera dibangun. Setiap hari kami dan warga mempertaruhkan keselamatan di jalan ini,” kata Sozanolo.

Aktivis LIRA Nias Aroziduhu Gulo membenarkan kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan tersebut.

Ia meminta pemerintah pusat memperhatikan kemampuan fiskal daerah dan melanjutkan program Dana Desa.

“Daerah kini keterbatasan anggaran. Jika Dana Desa terus ditiadakan, kita khawatir warga kembali mengangkut hasil bumi dengan kepala dan bahu seperti dulu. Infrastruktur jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat,” tegas Aroziduhu.

LIRA Nias berharap persoalan jalan tersebut segera mendapat tindak lanjut pemerintah.

Bagi warga dan guru di Ulugawo, perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran akses. Jalan yang layak juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan aktivitas perekonomian desa.

(Rz)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini