BerandaBERITAPenembakan Guncang FBLB, Dua Warga Terluka di Welesi

Penembakan Guncang FBLB, Dua Warga Terluka di Welesi

WAMENA | mikanews — Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendadak berubah tegang setelah terjadi penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) di sekitar pintu masuk arena festival, Distrik Welesi, Sabtu (8/8/2026) siang.

Berdasarkan informasi dalam bahan laporan yang diterima, penembakan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT ketika kegiatan festival sedang berlangsung dan dipadati pengunjung.

Dua warga sipil dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. Kedua korban disebut terkena tembakan di sekitar gerbang masuk lokasi festival.

Korban masing-masing disebut bernama Laode Muhammad Kojo (43), seorang sopir, dan Salbiah (50), pekerja swasta. Keduanya disebut merupakan warga Jalan Hom-Hom, Wamena.

Dalam informasi tersebut, kedua korban masih dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena.

Suara tembakan membuat suasana festival berubah menjadi kepanikan. Pengunjung berusaha menjauh dari lokasi kejadian dan mencari tempat berlindung. Aparat keamanan kemudian bergerak mengamankan kawasan festival serta melakukan evakuasi terhadap pengunjung.

Berdasarkan bahan laporan, rangkaian kegiatan FBLB ke-34 setelah insiden tersebut dihentikan.

FBLB ke-34 sendiri merupakan agenda budaya Kabupaten Jayawijaya yang digelar di Distrik Welesi. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelumnya menjelaskan bahwa festival tersebut menjadi bagian dari upaya menarik wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Informasi yang diterima menyebutkan terdapat 270 wisatawan mancanegara yang hadir dalam kegiatan tersebut berdasarkan data ASITA Provinsi Papua.

Setelah insiden penembakan, para wisatawan asing disebut dievakuasi dengan pengawalan menuju Kantor Bupati Jayawijaya di pusat Kota Wamena.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjauhkan wisatawan dari lokasi kejadian dan menjaga keselamatan mereka setelah situasi berubah menjadi tidak kondusif.

Personel Polres Jayawijaya bersama Satuan Brimob Batalyon B disebut langsung bergerak setelah menerima laporan penembakan.

Aparat mengamankan lokasi kejadian, melakukan penyisiran, serta mengejar pelaku yang disebut melarikan diri. Barang bukti yang berkaitan dengan kejadian juga disebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Belum ada kesimpulan bahwa penembakan tersebut berkaitan dengan kelompok atau motif tertentu. Karena itu, informasi mengenai pelaku masih harus menunggu hasil penyelidikan aparat.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika Festival Budaya Lembah Baliem sedang berlangsung dan dihadiri masyarakat serta wisatawan.

Sebelum pelaksanaan FBLB ke-34, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menyatakan komitmen untuk menjamin keamanan wisatawan selama festival berlangsung.

Pemkab juga menyebut koordinasi dengan aparat keamanan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan agenda tersebut.

Dengan terjadinya penembakan di sekitar area festival, pengamanan kegiatan kini menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam proses evaluasi.

Pertanyaan mengenai bagaimana senjata api dapat digunakan di sekitar area kegiatan juga menjadi bagian yang perlu dijawab melalui penyelidikan resmi.

Yang paling penting saat ini adalah memastikan kondisi korban, mengamankan pengunjung, dan mengungkap pelaku serta motif penembakan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.

Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian secara utuh. Informasi mengenai pelaku, motif, serta latar belakang penembakan tidak boleh disimpulkan sebelum ada keterangan resmi dari aparat yang menangani perkara. (Jsk)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini