SLEMAN | mikanews — Kebakaran hebat melanda pabrik kerajinan eceng gondok milik CV Pandanus Internusa di kawasan Kalibulus, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (8/8/2026) siang.
Api mulai berkobar sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Cangkringan Km 8. Dalam waktu sekitar tiga jam, kobaran api menghanguskan bangunan pabrik, mesin produksi, bahan baku, serta stok kerajinan eceng gondok.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp5 miliar. Asap hitam tebal terlihat membubung dari kawasan pabrik. Material kering berupa eceng gondok dan berbagai perlengkapan produksi membuat api berkembang dengan cepat.
Menurut Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti Polsek Ngemplak dengan mengamankan lokasi kejadian perkara.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman tidak cukup ditangani satu wilayah. Sejumlah armada pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk mengendalikan api.
Petugas pemadam dari Pemkab Sleman, BPBD Sleman, Universitas Gadjah Mada (UGM), Kota Yogyakarta, hingga Pemkab Klaten turut diterjunkan ke lokasi.
Petugas harus bekerja selama sekitar tiga jam. Kobaran api masih bertahan di antara tumpukan bahan dan produk kerajinan sehingga proses pendinginan dan pemadaman membutuhkan penanganan intensif.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Argo saat dikonfirmasi pada Sabtu sore.
Kebakaran juga berdampak terhadap seorang pekerja berinisial DYE (47), warga setempat. Bahan yang tersedia belum menjelaskan secara rinci kondisi kesehatan DYE. Petugas medis berada di lokasi untuk memberikan penanganan terhadap korban dalam peristiwa tersebut.
Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pekerja tersebut dalam informasi yang diterima. Setelah api berhasil dipadamkan, Polresta Sleman melakukan identifikasi di lokasi.
Hasil sementara menunjukkan kebakaran menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pabrik dan mesin-mesin produksi.
Stok kerajinan eceng gondok yang berada di dalam pabrik juga ikut terdampak. Produk tersebut terdiri dari barang yang disiapkan untuk ekspor maupun penjualan di pasar lokal.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp5 miliar. Besarnya nilai kerugian tersebut berasal dari kerusakan aset pabrik, mesin produksi, bahan, serta stok produk yang terbakar.
Sampai berita ini diturunkan, penyebab kebakaran CV Pandanus Internusa belum diketahui. Polresta Sleman masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap lokasi kejadian untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebakaran.
Kemungkinan seperti korsleting listrik maupun kelalaian manusia belum dapat dipastikan karena pemeriksaan masih berlangsung.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman petugas,” ujar Argo.
Kebakaran tersebut membuat aktivitas produksi di pabrik kerajinan eceng gondok CV Pandanus Internusa terdampak berat. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan, tetapi juga pada mesin produksi dan stok barang yang berada di dalam pabrik. (Pd)





