Pasaman Barat | Mikanews : Duka mendalam menyelimuti warga Nagari Kasik Putih, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat. Seorang lelaki berinisial H (34) diduga kejam menghabisi nyawa ibu kandungnya, Hapni (65), dan neneknya, Rohma (90), dengan pukulan kayu di kepala.
Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah korban, Senin (10/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Pelaku diamankan tim kepolisian tak sampai tiga jam setelah laporan diterima.
Mimpi Kelam Menjadi Alasan Kehancuran Keluarga
Berdasarkan pengakuan pelaku, ia tergerak melakukan perbuatan keji itu setelah bermimpi didatangi sosok yang menyuruhnya menganiaya kedua korban.
Dalam ketakutan, pelaku berangkat ke rumah korban sekitar pukul 18.45 WIB, mengambil sebatang kayu dari dapur, lalu tanpa peringatan memukul kepala ibunya dari belakang sebanyak tiga kali.
Sang nenek yang berusaha melindungi anak kandungnya pun tak luput. Rohma dipukul tiga kali hingga jatuh dan tak berdaya. Kedua korban meninggal seketika di tempat.
Pelaku pun melarikan diri menuju kerabatnya di Jorong Situak Timur, Nagari Situak, Kecamatan Lembah Melintang.
Jenazah kedua korban baru ditemukan keesokan harinya oleh anak korban yang pulang ke rumah.
Polisi segera diberitahu dan tim Opsnal Satreskrim Polres Pasaman Barat bergerak cepat.
Kinerja Polisi: Dalam 3 Jam Pelaku Diringkus
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, hanya tiga jam setelah laporan masuk.
Pelaku mengakui perbuatannya. Polisi menyita sebatang kayu sebagai barang bukti. Jenazah korban dibawa ke RSUD Pasaman Barat untuk pemeriksaan visum. Pelaku kini ditahan di Mapolres Pasaman Barat untuk penyidikan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif sebenarnya, termasuk kondisi psikologis pelaku yang mengaitkan tindakannya dengan mimpi.
Peringatan Keprihatinan untuk Seluruh Masyarakat
Peristiwa memilukan ini kembali membuka luka kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut.
Warga diimbau tetap tenang, TKP telah dipasang garis polisi dan situasi dipastikan aman.
Namun tragedi ini menjadi tamparan keras: jangan abaikan perubahan sikap, perilaku, atau kondisi psikologis anggota keluarga.
Segera bantu dan rujuk ke pihak berwenang jika ada tanda-tanda kegelisahan, halusinasi, atau perilaku tidak wajar.
Kasat Reskrim menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius karena korbannya adalah orang tua dan nenek kandung sendiri.
“Kami akan dalami tuntas motif sebenarnya. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran agar tak terulang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Keprihatinan mendalam menyertai kepergian dua lansia tak berdosa.
Semoga kecepatan tangan aparat menegakkan hukum memberi sedikit ketenangan sekaligus bukti: kejahatan sekelam apa pun tak akan lepas dari jangkauan hukum.
( Aulia )





