BerandaDAERAHHUT RI ke-81: Cinta Merah Putih di Atas Jalan Berkerikil Pesona Bunga...

HUT RI ke-81: Cinta Merah Putih di Atas Jalan Berkerikil Pesona Bunga Mas

Oleh: Khairul Amri Pengamat Pasaman Barat
Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, bendera Merah Putih berkibar gagah di depan setiap rumah warga Perumahan Pesona Bunga Mas, Jalan KKN/M. Natsir, Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat.

Kibaran bendera itu adalah bukti nyata cinta tanah air dari 16 kepala keluarga yang mendiami 16 rumah di kawasan ini – semangat patriotisme yang tak pernah pudar, meski telah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses jalan yang layak.

Sejak mulai dihuni pada tahun 2005 hingga kini, jalan utama perumahan ini sepanjang sekitar 250 meter masih berupa jalan berkerikil yang tidak pernah tersentuh pengaspalan pemerintah.

Setiap musim hujan, jalan berlubang dan becek menjadi rintangan sehari-hari; saat musim kemarau, debu beterbangan mengganggu kesehatan dan kenyamanan.

Selama bertahun-tahun, perbaikan jalan sepenuhnya mengandalkan swadaya warga – menimbun kerikil dan tanah dengan biaya sendiri, sekadar agar kendaraan bisa lewat tanpa terperosok.

Irani semakin terasa bila melihat kawasan sekitar. Perumahan-perumahan yang baru dibangun beberapa tahun terakhir di Simpang Empat sudah menikmati jalan yang diaspal mulus oleh pemerintah.

Sementara itu, Pesona Bunga Mas – kawasan hunian yang telah berdiri sejak 2005 – seolah luput dari perhatian.

Padahal secara jarak, perumahan ini hanya sekitar 3 kilometer dari Kantor Bupati Pasaman Barat – terlalu dekat untuk dijadikan alasan “sulit dijangkau” atau “bukan prioritas”.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang keadilan pembangunan.

Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak membeda-bedakan berdasarkan usia kawasan atau kedekatan administratif semata, melainkan berpijak pada prinsip pemerataan, kebutuhan nyata dan penghormatan terhadap hak seluruh warga negara.

Jika jalan yang hanya 250 meter panjangnya, melayani 16 kepala keluarga, dan terletak begitu dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten saja belum tertangani setelah lebih dari dua dekade, bagaimana kita bisa meyakini bahwa pembangunan benar-benar merata hingga ke setiap sudut daerah?

HUT RI ke-81 seharusnya menjadi momen refleksi bagi para pemangku kebijakan di Pasaman Barat.

Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan asing, melainkan juga terbebas dari ketidakadilan dalam pelayanan publik dan kesenjangan pembangunan.

Kibaran Merah Putih di Pesona Bunga Mas adalah panggilan hati: warga tetap setia dan mencintai negeri ini, namun negara pun semestinya hadir nyata di tengah mereka – bukan hanya saat perayaan hari besar, melainkan dalam pemenuhan hak dasar yang sudah seharusnya mereka nikmati.

Ke-16 keluarga Pesona Bunga Mas tidak meminta kemewahan. Mereka hanya menuntut hak yang sama dengan warga perumahan lainnya: jalan mulus yang aman dilalui, yang memudahkan anak-anak berangkat sekolah, memperlancar kegiatan ekonomi keluarga, dan menjamin kenyamanan hidup sehari-hari.

Jalan sepanjang 250 meter itu bukan sekadar urukan tanah dan aspal – ia adalah simbol kehadiran negara, cerminan keadilan pembangunan, dan wujud penghargaan pemerintah terhadap warganya yang telah lama berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Semoga di usia kemerdekaan ke-81 ini, telinga pemerintah daerah benar-benar terbuka, mata hati terketuk, dan tangan kebijakan segera terulur.

Jangan biarkan cinta Merah Putih warga Pesona Bunga Mas terus berdebu di atas jalan kerikil yang tak kunjung diperhatikan.

(Sekian)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini