BerandaBERITAGempa Flores: Evakuasi Diprioritaskan, Ekonomi NTT Tetap Bergerak

Gempa Flores: Evakuasi Diprioritaskan, Ekonomi NTT Tetap Bergerak

KUPANG | mikanews — Gempa Flores yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menewaskan lima warga. Dua korban tercatat di Kabupaten Sikka dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.

Data korban tersebut masih dalam proses verifikasi. Pemerintah Provinsi NTT menyatakan pendataan dan asesmen di wilayah terdampak terus dilakukan sehingga jumlah korban maupun kerusakan masih dapat berubah.

Di tengah situasi darurat, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin koordinasi penanganan bersama seluruh bupati se-Flores, TNI-Polri, pemerintah kabupaten dan kota, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pemerintah tidak menunggu seluruh data terkumpul untuk bergerak. Evakuasi dan penyelamatan korban menjadi prioritas pertama setelah gempa terjadi.

Kekuatan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, TNI, dan Polri dikerahkan untuk menangani kondisi darurat. Tim di lapangan juga melakukan pendataan terhadap korban meninggal, korban luka, kerusakan bangunan, serta kebutuhan warga.

Koordinasi penanganan dilakukan dari Kupang menuju kabupaten-kabupaten yang terdampak. Gubernur bersama Kapolda NTT dan jajaran Forkopimda juga disiapkan untuk meninjau langsung kondisi di Flores, termasuk Kabupaten Sikka.

Langkah tersebut penting untuk memastikan keputusan pemerintah berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya laporan awal.

Pemerintah NTT belum menetapkan keputusan terkait kemungkinan pengusulan status bencana nasional. Opsi tersebut akan dipertimbangkan berdasarkan hasil pendataan dan asesmen di wilayah terdampak.

Artinya, keputusan tidak dibuat hanya berdasarkan angka sementara. Data korban, tingkat kerusakan, serta kebutuhan penanganan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya.

Dalam kondisi darurat, pemerintah juga meminta pemilik toko, rumah makan, dan pelaku usaha lainnya membuka akses terhadap kebutuhan yang diperlukan warga serta tim kemanusiaan.

Pemerintah menyatakan penggunaan barang untuk kepentingan penanganan darurat akan disertai pembayaran dan pertanggungjawaban.

Kebijakan ini diarahkan agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan cepat tanpa menunggu seluruh bantuan dari luar daerah tiba.

Di tengah duka akibat gempa, pemerintah tetap mempertahankan aktivitas ekonomi. Pameran Pembangunan Provinsi tetap dilaksanakan dengan tema “Peduli Gempa Flores”.

Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga perputaran ekonomi hampir 600 UMKM. Pemerintah menilai aktivitas ekonomi tetap diperlukan selama pelaksanaannya tidak mengganggu prioritas penanganan korban dan kondisi darurat.

Dengan demikian, penanganan gempa tidak hanya berfokus pada penyelamatan warga, tetapi juga menjaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak berhenti total.

Setelah keselamatan warga menjadi lebih terjamin, pemerintah akan menyiapkan langkah pemulihan sosial dan ekonomi.

Tujuannya agar dampak gempa tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih panjang bagi masyarakat Flores.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Data resmi yang telah diverifikasi menjadi rujukan utama agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Gubernur Melkiades Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam penanganan bencana.

“Ketika Flores berduka, seluruh NTT ikut merasakan. Ketika saudara kita membutuhkan pertolongan, kita hadir bersama,” ujar Melkiades Laka Lena.

Bagi pemerintah NTT, situasi darurat membutuhkan dua langkah yang berjalan bersamaan: menyelamatkan warga dan menjaga kehidupan masyarakat tetap bergerak.

Evakuasi menjadi prioritas, sementara solidaritas dan aktivitas ekonomi disiapkan agar Flores dapat segera bangkit. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini