SITUBONDO | mikanews — Sholawat Akbar PW-FRN di Alun-Alun Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi ruang doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan Indonesia.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Alun-Alun Besuki pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri itu berlangsung aman dan khidmat.
Sholawat Akbar dan pengajian tersebut merupakan agenda rutin tahunan PW-FRN Counter Polri. Kegiatan terbuka untuk umum dan diikuti masyarakat, jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan acara.
Sejak sore hingga malam, jamaah mengikuti lantunan sholawat, pengajian, dan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon keamanan, kedamaian, keselamatan, serta keberkahan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Ketua Umum PW-FRN, Agus Flores, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat, insan pers, dan aparat keamanan.
“Kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar negeri kita senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT,” ujar Agus.
Dalam rangkaian doa bersama, peserta juga secara khusus mendoakan Kapolri Jenderal Polisi Sigit Prabowo agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah memimpin institusi Polri.
Menurut Agus, doa tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung terciptanya keamanan dan kebaikan bangsa.
“Kami juga mendoakan Bapak Kapolri Jenderal Polisi Sigit Prabowo, semoga diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah,” katanya.
Agus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, jajaran Polri, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Sholawat Akbar tersebut.
Ia berharap kegiatan keagamaan serupa dapat terus dilakukan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan masyarakat.
“Kegiatan keagamaan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan membangun hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat penegak hukum,” ujarnya.
Kegiatan di Alun-Alun Besuki juga mempertemukan berbagai elemen dalam satu ruang yang sama. Jamaah, wartawan, dan aparat keamanan hadir dalam suasana keagamaan yang damai.
Bagi PW-FRN, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan silaturahmi tanpa sekat. Doa bersama ditempatkan sebagai ruang yang dapat mempertemukan masyarakat dengan berbagai latar belakang dalam suasana yang tenang.
Agus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi simbol harapan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan institusi kepolisian.
“Semoga ini menjadi simbol harapan masyarakat agar pemerintah dan institusi kepolisian senantiasa menjadi pelindung dan pengayom yang amanah,” terang Agus.
Pelaksanaan Sholawat Akbar yang berlangsung aman juga memperlihatkan keterlibatan masyarakat dan Polri dalam menjaga suasana kegiatan. Kehadiran jamaah dalam jumlah besar tidak mengubah kegiatan menjadi sekadar pertemuan massal, tetapi menjadi momentum doa dan silaturahmi.
PW-FRN menilai kegiatan keagamaan yang dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan dapat menjadi salah satu ruang untuk merawat hubungan antarelemen masyarakat.
Agus menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial. Menurutnya, nilai utama yang ingin dibangun adalah persatuan, kerukunan, dan hubungan yang harmonis.
“Ketika masyarakat, insan pers, dan aparat keamanan bersatu dalam ikhtiar kebaikan, maka kerukunan terjaga dan harmoni terbangun,” katanya.
Sholawat Akbar PW-FRN di Situbondo pun ditutup dengan doa bersama. Ribuan jamaah yang hadir menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian Indonesia.
“Kegiatan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan adalah fondasi penting menjaga persatuan, kerukunan, serta hubungan harmonis antarelemen bangsa,” tutup Agus.
Tag: Sholawat Akbar PW-FRN, PW-FRN Counter Polri, Situbondo, Alun-Alun Besuki, Agus Flores, Polri, Kapolri, pengajian, doa bersama, kerukunan, persatuan bangsa, keamanan, masyarakat Situbondo





