BerandaBERITAGunung Anak Krakatau Siaga, Abu Vulkanik Tebal Menghantam Sejumlah Wilayah

Gunung Anak Krakatau Siaga, Abu Vulkanik Tebal Menghantam Sejumlah Wilayah

Lampung Selatan | Mikanews — Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Gunung api tersebut hingga kini masih berada pada status Level III atau Siaga.

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 5 September 2026, disertai sebaran abu vulkanik yang cukup tebal di sejumlah wilayah terdekat.

Data pemantauan pada Sabtu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB mencatat satu kali gempa letusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 70 milimeter dengan durasi tercatat selama 21.600 detik.

Kondisi puncak dan kawah Gunung Anak Krakatau saat pemantauan berlangsung tidak dapat terlihat jelas. Area tersebut tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III.

Asap kawah juga tidak teramati secara langsung selama periode pengamatan tersebut.

Kondisi cuaca di sekitar gunung api dilaporkan berawan. Angin bertiup lemah menuju arah barat laut.

Suhu udara berada pada kisaran 26,7 hingga 27,4 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara tercatat antara 70 hingga 76 persen.

Informasi tersebut tercantum dalam laporan yang disampaikan Pasintel Brigif 4 Marinir pada Sabtu malam.

Dampak abu vulkanik terlihat cukup jelas di sejumlah wilayah. Endapan abu dilaporkan cukup padat di kawasan Panjang, Gebang, dan Piabung.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik diimbau menggunakan masker dan pelindung wajah. Penggunaan perlindungan tersebut menjadi penting, khususnya ketika berkendara.

Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan sekaligus mengurangi jarak pandang saat berada di jalan. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati selama kondisi tersebut berlangsung.

Masyarakat juga diminta bersiap terhadap kemungkinan munculnya getaran atau gempa yang berkaitan dengan aktivitas di bawah permukaan Gunung Anak Krakatau.

Peringatan keselamatan juga berlaku bagi wisatawan dan pendaki. Warga, pengunjung, wisatawan maupun pendaki dilarang mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Pihak berwenang meminta masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk terus memantau informasi melalui saluran resmi.

Setiap petunjuk dan rekomendasi keselamatan juga diminta untuk dipatuhi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga. (Red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini