BerandaBERITAData Desil Jeneponto Melonjak, Warga Miskin Kehilangan Bansos

Data Desil Jeneponto Melonjak, Warga Miskin Kehilangan Bansos

JENEPONTO | mikanews — Data desil warga Jeneponto menjadi sorotan setelah sejumlah warga di Lingkungan Bungun-bungun, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, mengaku kehilangan bantuan sosial akibat perubahan tingkat kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi mereka.

Warga menyebut sebelumnya mereka tercatat dalam desil 2, tetapi kini berubah menjadi desil 6 hingga 10. Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap hak mereka untuk menerima sejumlah bantuan sosial.

Bantuan yang disebut tidak lagi diterima warga antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta bantuan beras subsidi.

Persoalan menjadi semakin dipertanyakan karena kondisi ekonomi sebagian warga, menurut pengakuan mereka, tidak mengalami perubahan yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan.

Salah satu warga yang terdampak adalah Daeng Tarang. Ia tinggal di rumah kecil dengan kondisi dinding yang sudah lapuk dan lantai masih berupa tanah.

Rumah tersebut bahkan belum memiliki sambungan listrik sendiri.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Daeng Tarang mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai pemusik gendang tradisional. Ia hanya memperoleh penghasilan ketika mendapat undangan untuk tampil dalam acara adat atau pesta perkawinan.

Setiap kali menjalankan pekerjaan tersebut, penghasilannya sekitar Rp100.000. Pendapatan itu tidak diterima secara rutin karena sepenuhnya bergantung pada ada atau tidaknya undangan.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan dasar perubahan data kesejahteraan yang menyebabkan mereka berpindah dari desil 2 ke kelompok desil yang lebih tinggi.

Ahmad, tokoh masyarakat setempat, menilai kondisi warga di lapangan seharusnya menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima bantuan.

Ia mempertanyakan dasar, kriteria, dan proses pemutakhiran data yang membuat kondisi ekonomi warga dinilai berbeda dari kenyataan yang mereka jalani sehari-hari.

Persoalan lain muncul dari tingkat lingkungan. Pengurus Lingkungan Bungun-bungun mengaku tidak memiliki kewenangan sekaligus tidak mendapatkan penjelasan mengenai penyebab perubahan data tersebut.

Kepala Lingkungan Bungun-bungun hanya mengarahkan warga yang merasa dirugikan untuk mengajukan permohonan perbaikan data secara mandiri ke tingkat Kabupaten Jeneponto.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Kelurahan Bulujaya, Rajaya H. Abd Rahman, S.Sos. Pihak redaksi telah berupaya menghubunginya melalui pesan singkat, tetapi belum memperoleh tanggapan.

Warga berharap Dinas Sosial bersama instansi terkait segera melakukan verifikasi dan pengecekan ulang secara langsung di lapangan.

Menurut warga, pemeriksaan langsung diperlukan agar data tingkat kesejahteraan benar-benar menggambarkan kondisi kehidupan mereka.

Mereka juga berharap persoalan perubahan desil dapat segera diperiksa sehingga bantuan sosial tidak terhenti hanya karena data yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Bagi warga yang masih hidup dalam kondisi ekonomi sulit, ketepatan data menjadi hal penting karena perubahan status tersebut berdampak langsung terhadap akses mereka terhadap bantuan pemerintah. (Htt)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini