Semarang | Mikanews — Keterbatasan penglihatan sejak lahir tidak menghalangi Daffa Hadaya, siswa MAN 2 Tanah Datar, untuk mencintai Al-Qur’an. Remaja kelahiran Bukittinggi, 20 Desember 2011, itu kini telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Daffa kembali dipercaya memperkuat Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Pada ajang nasional tersebut, Daffa mengikuti cabang Hafalan Al-Qur’an golongan 20 juz. Ia memilih tampil pada kategori umum, bukan kategori khusus peserta tunanetra.
Dalam golongan tersebut, peserta dinilai berdasarkan kemampuan tahfiz, tajwid, dan fasahah.
Sejak lahir, Daffa tidak memiliki kemampuan melihat. Ia mengenali lingkungan melalui pendengaran, sentuhan, ingatan, dan pengalaman.
Kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti belajar. Justru dari keterbatasan itu, Daffa membangun kemampuan menghafal Al-Qur’an secara bertahap.
“Meskipun saya dari lahir sudah tidak bisa melihat. Saya yakin, dengan sungguh-sungguh saya akan bisa,” ujar Daffa di Semarang, Minggu (13/9/2026).
Berawal dari Mendengar Ayat Al-Qur’an
Kecintaan Daffa terhadap Al-Qur’an tumbuh sejak usia dini. Ia mulai mengenal bacaan Al-Qur’an melalui lantunan ayat yang didengarnya dari pengeras suara masjid.
Dari kebiasaan mendengarkan tersebut, hafalannya berkembang sedikit demi sedikit hingga mencapai 30 juz.
Daffa mengatakan kemampuan menghafal Al-Qur’an sebenarnya sudah mencapai 30 juz. Namun, untuk kepentingan perlombaan, ia saat ini mengikuti golongan hafalan 20 juz.
“Kalau untuk hafal saja alhamdulillah sudah 30 juz, tapi untuk berlomba masih di 20 juz,” katanya.
Dukungan Orang Tua Jadi Penguat
Perjalanan Daffa dalam menghafal Al-Qur’an tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, Mulyandri dan Harmayesi.
Ayahnya merupakan Kepala MTsN 3 Mandailing Tanah Datar. Sementara ibunya berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris.
Keduanya terus memberikan dorongan, arahan, dan dukungan kepada Daffa dalam menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
“Saya juga mendapatkan dorongan dari kedua orang tua. Mereka sangat mendukung, menunjukkan dan mengarahkan,” tuturnya.
Prestasi Daffa Terus Bertambah
Kemampuan Daffa dalam menghafal Al-Qur’an telah menghasilkan sejumlah prestasi.
Pada 2025, ia meraih juara 1 MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. Pada tahun yang sama, Daffa juga meraih juara 1 Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) se-ASEAN.
Dalam Grand Final MHQ se-ASEAN yang digelar Yayasan Syekh Ali Jaber pada Maret 2025, Daffa bahkan memperoleh nilai sempurna 400 poin.
Prestasi lainnya diraih dalam Madrasah Fest 2023. Saat itu, Daffa meraih juara 2 nasional kategori MHQ tingkat MTs.
Ia juga pernah meraih juara 2 MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Solok Selatan, juara 1 MTQ Kabupaten Tanah Datar di Pariangan pada cabang 15 juz tilawah, serta sejumlah prestasi lainnya di tingkat kabupaten.
Mulai Berlomba Sejak Usia Sembilan Tahun
Perjalanan Daffa dalam dunia MTQ telah dimulai sejak berusia sembilan tahun.
Saat mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Tanah Datar di Kecamatan Batipuh, ia meraih juara 3 kategori nontilawah.
Pada MTQ tingkat Provinsi Sumbar di Padang Panjang tahun 2021, Daffa meraih juara harapan 3.
Setahun kemudian, ia kembali meraih prestasi dengan menjadi juara 2 MTQ Kabupaten Tanah Datar pada cabang 1 juz tilawah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Daffa hingga kembali dipercaya tampil pada tingkat nasional.
Tetap Belajar di Luar Hafalan Al-Qur’an
Daffa tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an. Ia juga mempelajari ilmu sosial dan Bahasa Inggris.
Di luar kegiatan belajar, ia sesekali menyalurkan bakatnya melalui kegiatan bernyanyi.
Menurut Daffa, mempelajari bidang ilmu lain tidak harus membuat seseorang meninggalkan hafalan Al-Qur’an. Dengan kesungguhan dan pengaturan waktu yang baik, keduanya dapat dilakukan secara bersamaan.
“Maaf, selama ini mungkin ada yang mengatakan dengan belajar ilmu lain hafalan Al-Qur’an kita bisa hilang. Saya rasa tidak jika kita sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ingin Jadi Pendakwah dan Guru
Daffa memiliki cita-cita untuk menjadi pendakwah sekaligus guru ilmu sosial.
Ia ingin kemampuan dan ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Daffa kembali membawa nama Sumatera Barat. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi bagian dari Kafilah Sumbar pada MTQ Nasional di Kalimantan Timur.
Pengalaman pada ajang sebelumnya menjadi bekal bagi Daffa untuk menghadapi kompetisi nasional kali ini.
Meski hasil pada MTQ Nasional sebelumnya belum sesuai harapan, ia tidak menjadikannya alasan untuk menyerah.
“Sebenarnya saya sudah sempat tampil mewakili Sumbar di MTQ Nasional di Kalimantan Timur, tapi belum beruntung. Doakan kali ini saya bisa tampil maksimal,” harap Daffa. (Red)
Sumber: Humas Sumbar





