PASAMAN BARAT, Mikanews.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penguatan kepemimpinan perempuan yang menduduki jabatan eksekutif di lingkungan pemerintahan.
Penguatan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, kehidupan sosial, dan kesejahteraan diri.
Pesan itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Pasaman Barat, Harlina Syahputri, saat membuka kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia bagi Perempuan Pemegang Jabatan Eksekutif di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar Jumat (11/9) di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat. Harlina hadir mewakili Bupati Pasaman Barat.
Kegiatan mengangkat tema “Leading with Balance: Mengelola Karier, Peran, dan Kesejahteraan Diri.” Forum ini diarahkan menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, serta kualitas kepemimpinan perempuan di lingkungan Pemkab Pasaman Barat.
Harlina mengatakan, perempuan yang memegang jabatan eksekutif menghadapi tuntutan yang tidak sederhana. Mereka harus menjalankan tugas organisasi sekaligus mengemban tanggung jawab dalam keluarga dan kehidupan sosial.
Menurutnya, seorang pemimpin perempuan harus mampu menghadapi target organisasi dan proses pengambilan keputusan tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi.
“Di satu sisi ada tuntutan organisasi, target kinerja, dan pengambilan keputusan. Di sisi lain, terdapat tanggung jawab keluarga dan sosial serta kebutuhan menjaga kesehatan fisik dan mental,” ujar Harlina.
Ia menegaskan, keseimbangan menjadi bagian penting dalam menjalankan kepemimpinan secara sehat dan berkelanjutan.
Kemampuan menentukan prioritas, menetapkan batasan, mengelola energi, serta mengetahui kapan harus bekerja dan kapan membutuhkan waktu untuk beristirahat dinilai penting bagi seorang pemimpin.
Harlina juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam memimpin tidak harus dicapai dengan mengorbankan diri sendiri.
“Menjadi pemimpin yang baik bukan berarti harus mengorbankan diri sendiri. Merawat diri bukan tanda kelemahan, tetapi bagian dari kepemimpinan yang matang,” tegasnya.
Perempuan Dinilai Jadi Aset Organisasi
Harlina menilai perempuan merupakan aset penting bagi organisasi pemerintahan. Kepemimpinan perempuan dapat memberikan beragam perspektif dan pengalaman dalam menghadapi persoalan organisasi.
Selain itu, kepemimpinan perempuan dinilai dapat menghadirkan empati, ketegasan, serta kemampuan membangun kolaborasi.
Kemampuan tersebut dianggap semakin dibutuhkan karena tantangan yang dihadapi organisasi terus berkembang dan menjadi semakin kompleks.
Melalui kegiatan peningkatan sumber daya manusia tersebut, peserta diharapkan dapat memperkuat sejumlah kemampuan kepemimpinan.
Di antaranya kemampuan mengambil keputusan, komunikasi kepemimpinan, pengelolaan konflik, membangun jejaring, serta mengelola tekanan.
Peserta juga didorong untuk memahami pentingnya menjaga kesejahteraan diri dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin.
Harlina meminta perempuan pemegang jabatan eksekutif tidak takut mengembangkan kemampuan dan mengambil peluang untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Jangan takut untuk berkembang dan jangan ragu mengambil kesempatan. Bangun kepercayaan diri untuk terus belajar, berprestasi, dan memimpin tanpa kehilangan keseimbangan dalam kehidupan,” pesannya.
Ia juga mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
Menurutnya, proses tersebut penting untuk mendorong terbentuknya budaya organisasi yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang, berprestasi, dan menjalankan kepemimpinan secara optimal.
Dengan demikian, penguatan kepemimpinan perempuan di lingkungan Pemkab Pasaman Barat tidak hanya berorientasi pada kemampuan menjalankan jabatan, tetapi juga pada keberlanjutan peran pemimpin dalam kehidupan pribadi dan sosial.(aulia)





