Semarang | Mikanews : Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2026, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kafilah Kalimantan Timur keluar sebagai juara umum.
Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi telah bertanding di 12 arena selama sembilan hari perlombaan.
Hasil Akhir Peringkat Kafilah;
Juara Umum diraih oleh Kalimantan Timur.
Posisi kedua ditempati oleh tuan rumah Jawa Tengah, dan peringkat ketiga jatuh kepada DKI Jakarta.
Selanjutnya, peringkat keempat diraih secara bersama-sama oleh Aceh dan Jawa Timur, disusul peringkat kelima oleh Sumatera Utara dan Jawa Barat.
Peringkat keenam jatuh kepada Sumatera Selatan, ketujuh untuk Banten, sedangkan peringkat kedelapan diraih bersama oleh Riau dan Nusa Tenggara Barat, serta peringkat kesepuluh diperoleh Sulawesi Selatan.
Kata Hati Juara Umum: “Ini Bukan Sekadar Piala, Ini Amanah”
Perwakilan qori dari Kafilah Kalimantan Timur, Muhammad Rizky, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini.
Dengan suara bergetar namun penuh haru, ia berkata:
“Alhamdulillah, puji syukur hanya milik Allah. Kemenangan ini bukan milik kami berdua saja, bukan milik satu tim, tetapi milik seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang selalu mendoakan dan mendukung kami dari jauh. Sembilan hari berlalu dengan perjuangan, doa, dan air mata. Setiap kali kami berdiri di mimbar, kami tidak merasa sendirian, ada ribuan harapan yang kami bawa. Piala ini berat, karena di dalamnya tersimpan amanah: untuk terus menjaga kemurnian Al-Qur’an dan menyebarkan keindahannya ke mana pun kami pergi. Terima kasih Semarang, terima kasih seluruh Indonesia. Insya Allah, kami akan jaga piala ini sebaik kami menjaga hati kami terhadap Kitabullah.”ucapnya dengan penuh syukur.
MTQ Bawa Berkah Ekonomi Rp1,3 Triliun;
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa gelaran MTQ Nasional kali ini tidak hanya membawa keberkahan spiritual, tetapi juga dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Jawa Tengah. Berdasarkan data BPS, perputaran uang selama sembilan hari penyelenggaraan mencapai Rp1,3 triliun.
“Di tengah gempuran disinformasi dan black campaign, kehadiran MTQ membuat Jawa Tengah tetap adem ayem. MTQ menceritakan kebenaran,” ujarnya.
Apresiasi Menag Nasaruddin Umar;
Menteri Agama Nasaruddin Umar memuji kelancaran penyelenggaraan tanpa kendala berarti.
“Selamat Kalimantan Timur. Jika piala bergilir ini berhasil dipertahankan, piala tersebut akan menjadi milik permanen Kaltim,” ungkapnya.
Nasaruddin juga memberikan apresiasi tinggi kepada tuan rumah.
Bahkan, MTQ kali ini mencetak rekor MURI berkat antusiasme masyarakat Semarang.
Ia berharap keberhasilan ini dapat diteruskan oleh DKI Jakarta selaku tuan rumah MTQ Nasional XXXII tahun 2027.
Nasaruddin juga mengacungi jempol kepada Jawa Tengah selaku tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
Bahkan, di Jawa Tengah juga banyak sekali cabang atau kategori yang diperlombakan. Salah satunya adalah kaligrafi menggunakan IT.
“Selamat untuk perhelatan MTQ Nasional yang luar biasa ini. Saya kira pemerintah provinsi Jawa Tengah sudah langsung hilang capeknya, karena terjadi prestasi yang luar biasa,” lanjutnya.
Nasaruddin berharap keberhasilan Jawa Tengah dapat dilanjutkan oleh tuan rumah MTQ Nasional XXXII di DKI Jakarta tahun 2027, maupun penyelenggara di tahun-tahun mendatang.
Selain itu, ia juga berharap Jawa Tengah dapat mempertahankan prestasi luar biasa, atau mungkin dapat meraih juara umum yang saat ini disabet Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan nanti Jawa Tengah bisa mempertahankan, kalau perlu bisa meraih posisi juara umum.
Jawa Tengah sangat potensial, di sini kota pesantren dan potensi-potensi kandidat juara itu banyak sekali.
Kehadiran MTQ ini membahagiakan seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang yang mendapatkan rekor Muri.
Ini menjadi contoh untuk provinsi lain siapapun yang menjadi penyelenggara MTQ Nasional,” pungkasnya.
Menag juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir.
Penutup MTQ Nasional XXXI ini ditutup dengan harapan bahwa semangat tilawah dan persatuan antarumat beragama terus dijaga, membawa keberkahan sekaligus kemajuan ekonomi bagi daerah penyelenggara.
(Red)





