PADANG | mikanews — Hasil MTQ Nasional XXXI 2026 menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat setelah kafilah daerah tersebut tidak masuk 10 besar dalam ajang yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.
Capaian itu dinilai belum sesuai dengan target yang sebelumnya ditetapkan. Sumatera Barat ditargetkan mampu menembus lima besar dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumbar segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi tersebut diminta tidak berhenti pada hasil akhir. Persiapan peserta, pola pembinaan, kinerja kontingen, hingga strategi menghadapi kompetisi nasional perlu ditinjau kembali.
“Kita perlu melakukan evaluasi. Semua kelemahan kita pada tahun ini akan kita perbaiki untuk persiapan MTQ Nasional tahun depan,” ujar Arry Yuswandi.
Arry menilai hasil Musabaqah Tilawatil Quran Nasional tahun ini harus menjadi bahan perbaikan bagi pembinaan tilawatil Qur’an di Sumatera Barat.
Karena itu, LPTQ Sumbar diminta segera menggelar rapat kerja untuk membahas capaian kontingen sekaligus menyusun langkah pembinaan berikutnya.
“Kita minta LPTQ Sumbar segera melaksanakan rapat kerja untuk mengevaluasi hasil MTQ Nasional tahun ini,” tegasnya.
Permintaan evaluasi itu disampaikan Arry saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar Edi Dharma Syafni, Kabag Bina Mental Spiritual Marwansyah, official kafilah, serta pengurus LPTQ Sumbar.
Dalam rapat tersebut, capaian kontingen Sumatera Barat menjadi bahan untuk melihat kembali berbagai kekurangan selama mengikuti MTQ Nasional.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menginginkan hasil evaluasi nantinya menjadi dasar penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Evaluasi juga diharapkan menghasilkan perbaikan pada proses persiapan peserta sebelum menghadapi kompetisi tingkat nasional berikutnya.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah, ditutup Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Sabtu, 19 September 2026.
Hasil yang diperoleh Sumatera Barat pada ajang tersebut membuat pemerintah daerah meminta proses pembinaan kafilah dievaluasi sejak dini.
Langkah tersebut dipandang penting karena MTQ Nasional XXXII 2027 akan digelar di DKI Jakarta.
Dengan waktu persiapan menuju kompetisi berikutnya, LPTQ Sumbar diminta segera menjadikan hasil MTQ 2026 sebagai bahan pembenahan.
Targetnya bukan sekadar memperbaiki hasil, tetapi memastikan kekurangan yang ditemukan dalam evaluasi dapat menjadi dasar untuk memperkuat pembinaan kafilah Sumatera Barat menghadapi MTQ Nasional berikutnya. (Red)





