Catatan: Gusmizar
Mantan Sekretaris PWI dan Praktisi Jurnalis di Pasaman Barat
PASAMAN BARAT – Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (5/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama rombongan meninjau tiga agenda penting, yakni pembangunan gedung baru SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pesisir, pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, serta pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman.
Kehadiran Gubernur didampingi Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Ketiga agenda tersebut memiliki kepentingan strategis bagi daerah, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan konektivitas dan ekonomi, hingga perlindungan kawasan permukiman dari ancaman pengikisan tebing sungai.
1. Tinjau Gedung Baru SMKN 1 Sasak Ranah Pesisir
Agenda pertama, Gubernur Mahyeldi meninjau gedung baru SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pesisir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Sumatera Barat, Efri Saputra.
Pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar melalui relokasi sekolah.
Mahyeldi mengatakan, relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pesisir merupakan langkah antisipasi terhadap potensi ancaman bencana alam yang dapat mengganggu penyelenggaraan pendidikan.
Selain faktor keselamatan, pengembangan sekolah juga diarahkan untuk memperkuat kualitas pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan dunia kerja.
Menurut Mahyeldi, sekolah tersebut mendapat dukungan anggaran khusus karena Pasaman Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor, terutama perikanan.
“Bahkan, pada 2027 ada program perikanan tematik yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daerah,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas perhatian terhadap pengembangan pendidikan di Pasaman Barat.
Menurutnya, keberadaan gedung baru dengan fasilitas yang representatif diharapkan menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing lulusan.
“Kita bangga dengan gedung baru SMKN 1 Sasak Ranah Pesisir yang telah selesai dikerjakan. Pemda Pasaman Barat berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Kehadiran dinas terkait juga diharapkan memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan potensi sekolah,” katanya.
Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pesisir, Desman, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung baru tersebut didukung anggaran pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar pada 2026.
Selain itu, sekolah juga memperoleh bantuan pengadaan peralatan dari kementerian dengan nilai sekitar Rp4 miliar.
Dengan demikian, total dukungan anggaran untuk pembangunan fisik dan pengadaan peralatan sekolah mencapai sekitar Rp7 miliar. Dukungan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan sekaligus menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
2. Pelabuhan Teluk Tapang Jadi Perhatian Pengembangan Ekonomi
Agenda kedua, Gubernur Mahyeldi bersama rombongan meninjau progres pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Kecamatan Sungai Beremas.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan fasilitas pelabuhan sekaligus mendorong percepatan pengembangan kawasan strategis tersebut.
Pembangunan fasilitas darat merupakan bagian dari tahapan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang. Ke depan, pembangunan akan dilanjutkan dengan sejumlah fasilitas pendukung guna mengoptimalkan fungsi pelabuhan.
“Hari ini kita sengaja meninjau Pelabuhan Teluk Tapang. Ke depan, masih ada tahapan pembangunan lanjutan, termasuk sejumlah fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang operasional pelabuhan,” ujar Mahyeldi.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya memastikan kesiapan lahan seluas 168 hektare di kawasan Teluk Tapang.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses perubahan status kawasan yang saat ini masih berstatus Hutan Lindung Produksi (HLP) menjadi Hutan Produksi. Proses tersebut diperlukan agar pengembangan kawasan pelabuhan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Mahyeldi, Teluk Tapang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas konektivitas wilayah, khususnya bagi masyarakat Pasaman Barat.
Potensi tersebut semakin besar karena kawasan pelabuhan berdekatan dengan wilayah operasional PTPN IV. Selain itu, keberadaan pelabuhan juga dinilai dapat mendukung akses masyarakat dari Kepulauan Nias menuju Pasaman Barat.
3. Penahan Tebing Batang Pasaman Beri Harapan bagi Warga
Agenda ketiga, Gubernur Mahyeldi bersama rombongan meninjau pekerjaan pembangunan penahan tebing di sepanjang aliran Sungai Batang Pasaman.
Pembangunan infrastruktur tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya warga kawasan Pasir Tampang, Jorong Pasir Bintungan, Nagari Air Gadang, Kecamatan Pasaman.
Warga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap ancaman pengikisan tebing sungai yang selama ini mengkhawatirkan permukiman mereka.
Tokoh masyarakat setempat, Mardianto, mengatakan pembangunan penahan tebing memberikan harapan baru bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi kualitas konstruksi yang dinilainya lebih kokoh, rapi, dan baik dibandingkan pengerjaan sebelumnya.
“Kami mewakili masyarakat Pasir Tampang mengucapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait serta pihak kontraktor. Pembangunan penahan tebing kali ini benar-benar memuaskan. Konstruksinya terlihat jauh lebih kokoh, rapi, dan berkualitas tinggi jika dibandingkan dengan pengerjaan sebelumnya,” katanya.
Mardianto mengungkapkan, sebelum pembangunan dilakukan, warga kerap merasa khawatir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Mereka takut arus sungai mengikis tebing hingga mengancam rumah dan keselamatan keluarga.
“Dulu, setiap hujan lebat, tidur kami tidak nyenyak karena takut air mengikis tebing dan merobohkan rumah. Sekarang, dengan adanya penahan tebing yang kualitasnya sangat baik ini, kami merasa jauh lebih tenang dan terlindungi,” ungkapnya.
Sementara itu, pelaksana proyek pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Hen, menjelaskan bahwa progres pekerjaan telah mencapai 70 persen.
Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal kontrak yang telah ditentukan.
Percepatan pembangunan tersebut diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi ancaman pengikisan tebing sungai terhadap kawasan permukiman.
Tiga Agenda, Satu Tujuan Pembangunan Daerah
Jika dicermati, tiga agenda kunjungan Gubernur Sumatera Barat ke Pasaman Barat tersebut memperlihatkan sejumlah kebutuhan penting pembangunan daerah.
Pendidikan membutuhkan fasilitas yang memadai dan aman bagi peserta didik. Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang memerlukan dukungan infrastruktur serta kepastian kesiapan kawasan. Sementara itu, pembangunan penahan tebing Sungai Batang Pasaman berkaitan langsung dengan perlindungan permukiman dan rasa aman masyarakat.
Ketiganya merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan Pasaman Barat. Namun, yang lebih penting bukan hanya kunjungan dan peninjauan, melainkan keberlanjutan program, penyelesaian pekerjaan sesuai target, serta manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Dengan sinergi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, instansi terkait, dan masyarakat, berbagai agenda pembangunan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan Pasaman Barat.
(*)





