BerandaNASIONALBanjir Bandang Solok: Mahyeldi Percepat Pemulihan 12 Kantor OPD

Banjir Bandang Solok: Mahyeldi Percepat Pemulihan 12 Kantor OPD

SOLOK, Mikanews.id – Banjir bandang Solok yang menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, tidak hanya menghantam permukiman warga. Material lumpur dari kawasan perbukitan juga merusak kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau penanganan banjir bandang Solok pada Selasa (22/9/2026). Keselamatan warga, kebutuhan logistik, pencarian korban, serta pendataan kerusakan menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana.

Mahyeldi menyampaikan duka atas musibah yang terjadi di dua nagari tersebut. Saat peninjauan, ia menyebut dua orang sebelumnya dilaporkan hilang dan satu di antaranya telah ditemukan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana.

Selain penanganan warga, Mahyeldi meminta pemerintah mempercepat pendataan dan validasi seluruh kerusakan. Data tersebut diperlukan untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat.

“Validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegasnya.

12 Kantor OPD Rusak Berat

Dampak banjir bandang Solok juga dirasakan di kawasan pusat pemerintahan. Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pemerintahan di kawasan terdampak mengalami gangguan. Pemerintah daerah kemudian mengambil langkah darurat untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan Pemkab Solok telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelum menetapkan status tanggap darurat.

“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah,” kata Jon Firman Pandu.

Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.

Rumah Dinas Wabup Jadi Posko

Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan sebagai posko evakuasi sementara.

Lokasi tersebut digunakan untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan serta logistik masyarakat terdampak.

Penanganan tidak hanya difokuskan pada evakuasi dan bantuan warga. Pemerintah juga melakukan pembersihan material serta mempersiapkan langkah untuk mengurangi risiko bencana susulan.

Alat Berat Disiagakan, Sungai Dikeruk

Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait menyiagakan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimen sungai.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Upaya ini menjadi perhatian karena terdapat peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.

Mahyeldi meminta seluruh unsur pemerintah bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi selama masa tanggap darurat.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pada saat yang sama, kebutuhan dasar warga terdampak harus dipenuhi dan pendataan kerusakan harus segera diselesaikan agar tahapan pemulihan dapat dilakukan berdasarkan data yang valid. (red)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini