Pasaman Barat, mikanews.id – Anggota DPRD Pasaman Barat, Adriwilza dan Rommy Candra, Sabtu (7/11) hadir sekaligus menyaksikan festival Matsapa (Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Pasaman Barat) di halaman madrasah itu, Simpang Empat.
Festival Matsapa 2026, diikuti 400 murid SD dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) negeri dan swasta se Pasaman Barat. Kegiatan ini dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, diwakili Kasi Penmad (Pendidikan Madrasah), Hilaluddin, dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan kabupaten, kepala dan guru pendamping SD/MI se Pasaman Barat.
Adriwilza, juga kader Partai Gerindra Pasaman Barat, pada kesempatan itu sampaikan, MTsN 4 Pasaman Barat, walau secara kelembagaan berada dalam naungan Kementerian Agama. Namun, secara kedaerahan, MTsN 4 Pasaman Barat adalah aset sekaligus tempat menggali ilmu bagi anak bangsa Pasaman Barat.
Seiring hal itu, kata wakil rakyat Pasaman Barat itu, sangat panas dan wajar, pemerintah daerah, memberikan perhatian secara khusus kepada MTsN 4 Pasaman Barat. Perhatian dimaksud, tentu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan yang ada di anggaran daerah atau APBD Pasaman Barat.
“Memang benar dan jelas, kalau madrasah, seperti MTsN 4 Pasaman Barat, berada dalam naungan Kementerian Agama. Namun, eksistensi dan keberadaannya di masyarakat, juga untuk kepentingan warga atau generasi penerus Pasaman Barat”, kata politisi Partai Gerindra itu.
Festival Matsapa tahun 2026, dirangkai dengan beberapa bentuk kegiatan, ulas Adriwilza, juga tidak lepas dari upaya dan komitmen pihak MTsN 4 Pasaman Barat, meningkatkan potensi dan kompetensi murid SD dan MI di Pasaman Barat.
Kepala MTsN 4, Syamsu, didampingi Ketua panitia, Reni Sasanti, menjelaskan, Matsapa adalah singkatan dari nama madrasah atau Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Pasaman Barat.
Di dunia pendidikan Islam dan berada dalam naungan Kementerian Agama. Matsapa, juga sebagai akronim kreatif keluarga besar MTsN 4 Pasaman Barat.
Festival Matsapa tahun ini, jelas Syamsu, pihak panitia penyelenggara beberapa lomba, dan semuanya diikuti perwakilan dari SD/MI. Lomba dimaksud adalah, Satu. Olimpiade bidang studi matematika, ilmu pengetahuan alam dan sosial (IPAS), bersama bidang studi pendidikan agama Islam (PAI).
Dua. Lomba story’ telling (bercerita) atau seni dan proses menyampaikan pesan, nilai, atau narasi secara lisan maupun menggunakan media tertentu untuk menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Judul cerita disampaikan bebas, sesuai materi dan kemampuan setiap peserta.
Tiga. Lomba bidang keagamaan, yaitu Tahfiz khusus Juzz 30. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara mendengarkan hafalan ayat-ayat Al-Quran dari setiap peserta. Hafalan ayat dimaksud beberapa surah yang terdapat dalam Juzz 30 dimaksud. Empat. Cabang vois, yaitu lomba seni tarik suara atau bernyanyi, sesuai judul lagu yang ditentukan, yaitu ada lagu wajib dan lagu pilihan.
Kepala Kantor, diwakili Kasi Penmad, Hilaluddin, saat membuka kegiatan, sampaikan, atas nama keluarga besar Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada kepala bersama keluarga besar MTsN 4 Pasaman Barat, atas diselenggarakannya festival Matsapa tahun ini. (gmz)





