PASAMAN BARAT, Mikanews — DPRD Pasaman Barat mendukung pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 agar nagari di daerah itu segera memiliki Wali Nagari definitif.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Pasaman Barat Yulianto saat meninjau ujian seleksi bakal calon Wali Nagari menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 1 Pasaman, Sabtu (22/8/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Yulianto didampingi Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail, anggota DPRD Pasaman Barat, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Pelaksanaan CBT menjadi salah satu tahapan seleksi bagi nagari yang memiliki bakal calon lebih dari lima orang. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyatakan sistem tersebut digunakan untuk menjaga proses seleksi tetap transparan dan objektif.
DPRD Dukung Nagari Segera Punya Pemimpin Definitif
Yulianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama DPRD Pasaman Barat mendukung pelaksanaan Pilwana.
Dukungan tersebut diarahkan agar nagari tidak terus dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari.
“Pemda Pasbar dan DPRD Pasbar mendukung untuk melakukan Pilwana ini sehingga tidak Pj lagi yang menjadi Wali Nagari, dengan tujuan pelayanan masyarakat tercapai,” kata Yulianto.
Menurut Yulianto, Pj Wali Nagari merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan ketika terjadi kekosongan jabatan.
Namun, Pilwana tetap diperlukan untuk menghadirkan Wali Nagari definitif yang memperoleh mandat melalui proses pemilihan masyarakat.
Keberadaan Wali Nagari definitif diharapkan dapat mendukung jalannya pemerintahan nagari dan pelayanan kepada masyarakat.
CBT Jadi Tahapan Penting Seleksi
Ujian berbasis komputer menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyaringan bakal calon Wali Nagari.
Sekda Pasaman Barat Doddy San Ismail sebelumnya menjelaskan bahwa sistem CBT digunakan untuk menentukan lima peserta terbaik di masing-masing nagari yang memenuhi ketentuan seleksi tambahan.
Pada pelaksanaan ujian, peserta mengerjakan 100 soal dalam waktu sekitar 90 menit.
Panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 variasi soal untuk beberapa sesi. Materi soal dibuat berbeda sehingga peserta tidak memperoleh keseluruhan soal yang digunakan pada sesi lainnya.
Hari pertama ujian tambahan diikuti sekitar 85 peserta dari 13 nagari.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga proses seleksi agar berlangsung berdasarkan kemampuan peserta.
Bupati Ingatkan Pilwana Jangan Jadi Pemicu Konflik
Di tengah proses seleksi, Yulianto juga mengingatkan peserta dan masyarakat agar menjaga hubungan kekeluargaan.
Ia mengajak seluruh pihak menjalankan Pilwana dengan semangat badunsanak, aman, dan damai.
Menurut Yulianto, para peserta yang bersaing dalam Pilwana tetap merupakan bagian dari masyarakat nagari yang memiliki hubungan kekerabatan.
“Siapa pun yang menjadi calon Wali Nagari itu adalah saudara kita, mamak kita dan kerabat kita di nagari itu,” katanya.
Ia meminta perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi perpecahan.
Perbedaan dalam demokrasi, menurutnya, merupakan hal yang wajar. Namun, hubungan persaudaraan di tengah masyarakat tetap harus dijaga.
Hasil Pilwana Diminta Diterima
Yulianto juga mengajak masyarakat menerima hasil Pilwana dengan lapang dada dan memberikan dukungan kepada Wali Nagari yang terpilih.
Ia menilai suasana keamanan dan ketenteraman perlu dijaga sejak proses seleksi hingga seluruh tahapan Pilwana selesai.
Semangat badunsanak juga diminta menjadi dasar penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
Setiap perbedaan diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama.
Pelayanan Masyarakat Jadi Titik Penting
Dari sisi pemerintahan nagari, keberadaan pemimpin definitif berkaitan dengan keberlangsungan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Karena itu, pelaksanaan Pilwana tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan. Proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pemerintahan nagari memiliki pemimpin definitif.
Yulianto berharap seluruh tahapan Pilwana berlangsung tertib, transparan, sportif, dan sesuai ketentuan.
Ia juga meminta seluruh peserta menjalani proses seleksi dengan penuh tanggung jawab.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan DPRD Pasaman Barat, tahapan Pilwana diarahkan untuk menghasilkan Wali Nagari definitif sekaligus menjaga persatuan masyarakat di tingkat nagari. (Aulia)





