PASAMAN BARAT, MIKANEWS.ID – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pasaman Barat menggelar lomba Fashion Show Baju Kurung Basiba Kreasi untuk memperkuat pelestarian budaya Minangkabau sekaligus mendorong kreativitas perempuan dalam mengembangkan busana tradisional.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DWP tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (3/11/2026). Pesertanya merupakan Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Pasaman Barat.
Puluhan peserta tampil memperagakan Baju Kurung Basiba dengan beragam kreasi. Mereka memadukan unsur tradisional dan sentuhan modern, tetapi tetap mempertahankan filosofi, nilai kesopanan, serta identitas perempuan Minangkabau.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Doddy San Ismail. Penilaian lomba dilakukan oleh tiga juri, yakni Penasehat DWP Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Bundo Kanduang Pasaman Barat Eti Muhayatsyah, dan Kabid Bina Kelembagaan Perempuan DPPKBP3A Mori Desi.
Turut hadir Wakil Penasehat DWP Pasaman Barat Ny. Gusmalini, Asisten II Afrizal, sejumlah kepala OPD, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Doddy San Ismail mengapresiasi DWP Pasaman Barat yang mengangkat Baju Kurung Basiba sebagai tema kegiatan. Menurutnya, lomba tersebut bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan warisan budaya Minangkabau.
Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan perkembangan zaman. Sebaliknya, kreativitas dan inovasi dapat menjadi cara untuk memperkenalkan busana tradisional kepada masyarakat dengan tampilan yang lebih menarik.
“Pelestarian budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru melalui kreativitas dan inovasi, budaya tradisional dapat dikemas lebih menarik dan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Doddy berharap para peserta mampu menghadirkan kreasi busana yang tetap berpegang pada filosofi dan nilai kesopanan pakaian adat Minangkabau.
Selain itu, ia mengajak seluruh Ketua DWP OPD dan kecamatan untuk menghafal Mars DWP. Bahkan, hafalan lagu organisasi tersebut didorong menjadi bagian dari agenda kegiatan mendatang.
Sementara itu, Penasehat DWP Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri perempuan Minangkabau.
Menurutnya, Baju Kurung Basiba bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan busana yang mengandung nilai kehormatan, kesopanan, dan keanggunan perempuan Minang.
“Baju Kurung Basiba merupakan pakaian adat yang sarat makna, mencerminkan kehormatan, kesopanan, dan keanggunan perempuan Minang. Melalui sentuhan kreasi hari ini, kita tunjukkan bahwa pakaian tradisional tetap bisa terlihat modis, modern, dan relevan tanpa menghilangkan nilai filosofinya,” ungkapnya.
Ketua DWP Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Erisa Doddy San Ismail, menjelaskan bahwa pemilihan Baju Kurung Basiba sebagai tema lomba didasarkan pada nilai adat dan agama yang terkandung di dalamnya.
Busana tersebut merupakan salah satu identitas perempuan Minangkabau yang sejalan dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Erisa menjelaskan, Baju Kurung Basiba memiliki potongan longgar sehingga tidak menampakkan lekuk tubuh. Karakteristik tersebut mencerminkan nilai kesopanan dan kelapangan hati yang dijunjung dalam adat Minangkabau.
“Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa pakaian tradisional tetap bisa tampil modis dan relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai kesopanannya,” jelas Erisa.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kekompakan antaranggota DWP dalam mendukung visi dan misi Bupati Pasaman Barat.
Erisa menambahkan, lomba ini juga menjadi ruang bagi anggota DWP untuk mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui busana tradisional.
Untuk kegiatan tahun ini, DWP masih mengangkat Baju Kurung Basiba khas Sumatera Barat. Namun, pada tahun mendatang, pihaknya berencana menampilkan kekhasan Pasaman Barat melalui batik Pasbar atau sulam ameh Air Bangis.
“Tahun ini kita masih mengangkat Baju Kurung Basiba khas Sumatera Barat. Namun, tahun depan kami bertekad menampilkan kekhasan Pasaman Barat, seperti batik Pasbar atau sulam ameh Air Bangis,” tutupnya.
Bappelitbangda Raih Juara Pertama
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, peserta nomor urut 07 dari DWP Unit Bappelitbangda berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Fashion Show Baju Kurung Basiba Kreasi.
Posisi Juara 2 diraih peserta nomor urut 05 dari DWP Unit Dinas Perhubungan. Sementara Juara 3 diraih peserta nomor urut 35 dari DWP Unit Dinas Ketenagakerjaan.
Berikut hasil lengkap lomba Fashion Show Baju Kurung Basiba Kreasi DWP Pasaman Barat:
- Juara 1: Nomor urut 07 – DWP Unit Bappelitbangda.
- Juara 2: Nomor urut 05 – DWP Unit Dinas Perhubungan.
- Juara 3: Nomor urut 35 – DWP Unit Dinas Ketenagakerjaan.
- Harapan 1: Nomor urut 29 – Asisten II.
- Harapan 2: Nomor urut 01 – BKPSDM.
- Harapan 3: Nomor urut 30 – Kecamatan Sungai Beremas.
- Juara Favorit: Nomor urut 26 – DPUPR.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Pasaman Barat berharap Baju Kurung Basiba tetap dikenal dan diminati, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Minangkabau agar terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai adat dan kesopanannya. (Aulia)





