Pasaman Barat | Mikanews.id – GENTING Pasbar 2026 resmi digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai langkah strategis mempercepat pencegahan stunting. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati, Selasa (14/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
GENTING Pasbar 2026 menjadi fokus penguatan komitmen bersama dalam menekan angka stunting. Pertemuan ini dihadiri Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) yang diwakili Asisten Administrasi Umum Harlina Syahputri, unsur TNI, kepala OPD, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Harlina menyampaikan pesan Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, bahwa program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan prioritas nasional yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Baca juga: Pemulihan Pertanian Pasbar Digenjot! Bupati Yulianto Hadiri Kunker Mentan di Sumbar
Program ini menitikberatkan pada semangat gotong royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen bersama, melakukan pemetaan sasaran berbasis data valid, serta mengevaluasi intervensi yang telah berjalan,” ujar Harlina.
Ia menegaskan, seluruh pihak mulai dari OPD, camat, wali nagari hingga tingkat jorong diharapkan aktif menggerakkan kepedulian sosial. Melalui program ini, masyarakat didorong berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
“Peran aktif semua pihak sangat penting. Kita ingin gerakan ini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Pasaman Barat, Armen, menjelaskan bahwa pertemuan GENTING ini merupakan kegiatan perdana pada tahun 2026, setelah sebelumnya dilakukan rapat koordinasi pada 2025.
Ia mengungkapkan, angka stunting di Pasaman Barat menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 35 persen pada 2022, turun menjadi 29,5 persen pada 2023, dan kembali menurun drastis menjadi 13,12 persen pada 2025.
“Capaian ini menjadi dasar untuk lebih fokus pada upaya pencegahan. Tahun ini, terdapat 668 keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran di 11 kecamatan, dengan angka tertinggi di Kecamatan Pasaman,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh perwakilan Bappelitbangda serta sesi diskusi interaktif. Forum ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menjalankan program penurunan stunting secara berkelanjutan.
Melalui GENTING Pasbar 2026, pemerintah daerah berharap upaya pencegahan stunting dapat semakin efektif, terarah, dan mampu menciptakan generasi sehat serta berkualitas di masa depan.
(Aulia)




