BerandaDAERAHJalan Talu–Simpang Empat Rusak Parah, Harimau Talamau Larang Truk Muatan di Atas...

Jalan Talu–Simpang Empat Rusak Parah, Harimau Talamau Larang Truk Muatan di Atas 6 Ton

Pasaman Barat | Mikanews.id – Kondisi Jalan Provinsi Talu–Simpang Empat di Kabupaten Pasaman Barat kembali menjadi sorotan. Kerusakan yang semakin parah membuat organisasi masyarakat Harimau Talamau mengeluarkan seruan tegas agar kendaraan angkutan barang bermuatan di atas 6 ton tidak lagi melintasi jalur tersebut.

Seruan itu disampaikan langsung oleh Ketua Harimau Talamau, Yuheldi, pada Jumat (9/5/2026). Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat yang bergantung pada akses tersebut.

Jalan Talu–Simpang Empat selama ini menjadi jalur utama penghubung aktivitas ekonomi masyarakat Talamau. Namun, tingginya intensitas kendaraan berat dinilai mempercepat kerusakan jalan hingga menyebabkan sejumlah titik berlubang dan rawan amblas.

“Kami melihat sendiri bagaimana kondisi jalan ini semakin rusak dan nyaris roboh di beberapa bagian. Karena itu, kendaraan dengan muatan di atas 6 ton harus berhenti melintas demi keselamatan dan keberlangsungan akses masyarakat,” ujar Yuheldi.

Ia menegaskan, jalan provinsi tersebut bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat Talamau. Jalan itu digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian, berdagang, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, jika kendaraan berat terus dipaksakan melintas, maka kerusakan akan semakin meluas dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Baca juga: Dedi Rang Sinuruik Muncul, Figur Muda Siap Bawa Perubahan di Nagari Sinuruik

Selain menyampaikan larangan, Harimau Talamau juga mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan alternatif Bangkok–Jembatan Panjang. Jalur alternatif itu dinilai menjadi solusi penting untuk mengalihkan kendaraan berat agar tidak lagi membebani Jalan Talu–Simpang Empat.

“Harapan terbesar masyarakat saat ini adalah segera dibangunnya jalan alternatif Bangkok menuju Jembatan Panjang. Itu menjadi solusi agar kendaraan berat memiliki jalur lain dan jalan provinsi ini tetap terjaga,” katanya.

Masyarakat Talamau disebut sudah lama menantikan pembangunan akses alternatif tersebut. Keberadaan jalan baru diyakini dapat membantu memperlancar distribusi barang sekaligus menjaga kondisi jalan utama tetap layak digunakan warga.

Jalur Talu–Simpang Empat sendiri memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Talamau dan sekitarnya. Selama puluhan tahun, jalan ini menjadi penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Harimau Talamau berharap seluruh pihak, mulai dari pengusaha angkutan, pengemudi truk, hingga pemerintah daerah dan provinsi, dapat bersama-sama menjaga keberlangsungan akses jalan tersebut.

Organisasi itu menilai menjaga Jalan Talu–Simpang Empat sama artinya dengan menjaga keberlangsungan hidup ribuan warga yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya pada jalur tersebut.

(RMS)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini