Pekanbaru | Mikanews : Bisnis kopi di Indonesia tahun ini diperkirakan akan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya popularitas kopi sebagai bagian dari gaya hidup dan pertumbuhan sektor kuliner. Setiap tahun tren kopi selalu berganti mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat.
Tahun ini diperkirakan akan muncul tren baru di dunia kopi. Tren baru ini akan mewakili nilai-nilai konsumen dan memunculkan ide baru dan menarik lainnya.
Tren yang muncul didorong oleh sejumlah pilihan, seperti terkait kesadaran terhadap kesehatan, teknik penyeduhan yang inovatif, dan munculnya budaya kopi yang mengutamakan pengalaman. Tren ini bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang inovasi, gaya hidup, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Industri kopi saat ini telah menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan di Kota Pekanbaru. Selama satu dekade terakhir, geliat sektor ini bukan hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi ribuan pelaku usaha, mulai dari petani kopi di daerah hingga barista dan pelaku UMKM di kota.
Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Riau Beni Febrianto berpesan kepada seluruh pelaku usaha termasuk kopi di Provinsi Riau untuk tetap konsisten pada usahanya.
“Jangan lupa memperhatikan dan melihat perkembangan tren saat ini. Karena usaha harus sesuai dengan tren saat ini agar tidak ketinggalan zaman,” pesan Beni, pada Senin (15/12/2025).
Pihaknya juga meminta para pelaku usaha di Riau ini untuk dapat menghindari Fear of Missing Out (fomo). Sebab, dengan menjamurnya bisnis kopi ini, kebanyakan dari mereka yang hanya ingin ikut-ikutan tanpa prospek mendalam. Karena, hal tersebutlah yang dapat membuat kedai kopi baru kesulitan bertahan.
Baca juga : BBKSDA Riau Pastikan Kematian Bayi Gajah Laila Akibat Infeksi Virus EEHV
“Hindarilah fomo, kita juga banyak melihat di Pekanbaru ini usaha yang dia hanya hidup di 3 bulan pertama setelah itu redup, karena konsepnya belum kuat untuk usaha itu berdiri. Contoh nya seperti kafe, tipikal orang pekanbaru mempunyai cafe yang Cozy dan hiburan sedikit untuk live musiknya. Nah, live musik ini kita harus punya segmentasi, sehingga pelanggan kita akan ter-segmentasi dengan sendirinya,” sebutnya.
“Contohnya kalau kita ingin mendengarkan lagu top fourty kira perginya ke Cafe A, kalau ingin mendengarkan lagu Jaz pergi ke kafe C. Nah, inilah yang ingin saya sampaikan itu, tetap kita konsisten dengan usaha dan melihat segmentasi pelanggan dan pasar yang kita gaet. Karena di Pekanbaru cafe itu sudah banyak, jadi jangan kita fomo, orang buka kafe kita ikutan buka cafe, jangan,” tambah Beni.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan untuk bisnis kedai kopi yang ingin bertahan dalam jangka panjang, penting untuk memiliki prospek yang lebih dalam seperti menemukan unique selling point, riset pasar yang mendalam dan perencanaan keuangan yang matang.
Beni juga menekankan pentingnya inovasi dan ciri khas pada produk lokal agar mampu bertahan dan diminati oleh konsumen secara berkelanjutan. “Dengan semangat kolaboratif, kami Pemprov Riau berharap sektor ekonomi kreatif seperti komunitas kedai kopi akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.





