MEDAN |mikanesw – Ledakan Grand Polonia di Kota Medan yang menewaskan tiga orang akhirnya mulai menemukan titik terang. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia dipicu oleh akumulasi gas metana (CH₄) yang terperangkap di dalam bangunan sebelum akhirnya tersulut.
Temuan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan, pada Jumat (24/7/2026). Berdasarkan hasil analisis Laboratorium Forensik, kandungan gas metana yang terkumpul di dalam ruangan menjadi pemicu utama terjadinya ledakan.
“Hasil Labfor menunjukkan kandungan gas metana yang terakumulasi di ruangan, kemudian terjadi penyulutan sehingga memicu ledakan,” ujar Ferry.
Meski penyebab ledakan Grand Polonia telah mengarah pada akumulasi gas metana, penyidik hingga kini masih belum dapat memastikan dari mana gas tersebut berasal. Pemeriksaan terhadap seluruh jaringan dan lingkungan sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan untuk mengungkap sumber kebocoran atau kemunculan gas tersebut.
Ledakan Grand Polonia yang terjadi pada Senin (20/7/2026) mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan dan menelan korban jiwa. Tiga orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka akibat kuatnya daya ledak yang terjadi di dalam rumah.
Di sisi lain, PT PGN (Persero) Tbk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban sekaligus menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal tim teknis perusahaan belum menemukan adanya indikasi gas bumi di lokasi kejadian.
Kepala Area PGN Medan, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan setelah insiden adalah mengamankan lokasi dengan menutup aliran gas, kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh bersama pihak berwenang.
Menurut Agus, hasil deteksi gas yang dilakukan pada malam kejadian, baik di lantai satu maupun lantai dua bangunan, menunjukkan angka 0 ppm. Angka tersebut berarti tidak ditemukan kandungan gas bumi saat proses pemeriksaan berlangsung.
Meski demikian, PGN menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab ledakan. Perusahaan memilih menunggu hasil investigasi resmi yang saat ini masih dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Kami terus berkoordinasi erat dengan kepolisian dan instansi terkait. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara transparan,” kata Agus.
Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap asal-usul gas metana yang memicu ledakan tersebut. Aparat juga berupaya memastikan penyebab pasti insiden agar dapat menjadi dasar pencegahan terhadap kejadian serupa di masa mendatang. (Endang)





