BerandaDAERAHPencarian Korban Banjir Bandang Pasaman Dipercepat! Sekda Pasbar Turun Langsung ke Lokasi

Pencarian Korban Banjir Bandang Pasaman Dipercepat! Sekda Pasbar Turun Langsung ke Lokasi

Pasaman | Mikanews.id – Pencarian korban banjir bandang Pasaman terus dilakukan secara intensif. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, turun langsung meninjau lokasi pencarian dua warga yang terseret arus di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Rabu (15/4/2026).

Pencarian korban banjir bandang Pasaman dilakukan setelah insiden yang terjadi pada Selasa (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras menyebabkan sungai meluap hingga menggenangi Jalan Kumpulan–Padang Sawah di Kampung Languang.

Dua korban yang diketahui bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37) awalnya terjebak di dalam kendaraan yang mereka tumpangi. Saat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari mobil, keduanya justru terseret derasnya arus menuju aliran sungai.

Baca juga: GENTING Pasbar 2026 Digeber! 668 Keluarga Jadi Target Cegah Stunting Secara Masif

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Pasaman Barat hadir mewakili Bupati Yulianto dan didampingi sejumlah pejabat daerah serta tim terkait, termasuk unsur BPBD dan Basarnas.

Doddy memastikan pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan dan memberikan dukungan penuh kepada tim gabungan yang melakukan pencarian.

“Alhamdulillah, satu korban telah ditemukan. Kami akan terus berupaya maksimal bersama tim gabungan hingga korban lainnya berhasil ditemukan,” ujarnya.

Selain memantau proses pencarian, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa logistik, makanan siap saji, kasur, serta kebutuhan lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung operasional tim di lapangan sekaligus membantu keluarga korban.

Sekda juga menyampaikan pesan dari Bupati Pasaman Barat agar keluarga korban tetap kuat menghadapi musibah tersebut.

“Pemerintah daerah turut berduka dan berharap keluarga tetap tabah. Kami berkomitmen melanjutkan pencarian hingga tuntas,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Randi, menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Pasaman, dan BPBD Pasaman Barat.

“Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari dan dapat diperpanjang tergantung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, tim masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir dan aliran sungai.

(Aulia)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini