Pasbar | Mikanews : Puluhan Mahasiswa Pasaman Barat (Pasbar) yang tergabung pada kelompok Cipayung saat melakukan unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Pasbar, juga menyoroti adanya pembelian mobil dinas DPRD dalam kondisi defisit.
Pada salah satu orasinya, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (HMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), juga mempertanyakan kinerja anggota DPRD yang belum maksimal serta belum terlihatnya penyelesaian sejumlah persolan daerah.
Adapun tuntutan mahasiswa itu yakni, apa dan bagaimana upaya DPRD Pasbar mengatasi defisit anggaran saat ini, termasuk persoalan agraria, juga transparasi kinerja DPRD serta alokasi dana pokok pikiran, demikian juga persoalan batas wilayah dan masalah lainnya.
Disamping itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi gedung DPRD yang tidak terawat, sementara itu ada dugaan pembelian mobil untuk pimpinan DPRD di saat kondisi defisit.
“Kita juga menyoroti mengenai tidak terawatnya gedung DPRD serta adanya pembelian mobil untuk pimpinan DPRD. di saat efisiensi anggaran. Apakah tidak lebih baik anggaran itu digunakan untuk perawatan gedung atau untuk kepentingan masyarakat,” sebut Abdul salah seorang orator dihadapan anggotan DPRD, Senin (1/09/2025).
Senentara itu, Angga dalam orasinya yang didampingi oleh beberapa orang orator lainnya menyampaikan dan sekaligus mempertanyakan kontribusi DPRD terkait defisit anggaran saat ini.
Mahasiswa juga mempertanyakan langkah apa yang akan dilaksanakan DPRD Pasbar untuk meningkatkan PAD yang dianggap belum sesuai dan masih rendah di kabupaten dolar yang katanya kaya akan sumber daya alam itu.
“Hari ini kita meminta jawaban kepada perwakilan kita yang ada di DPRD Pasbar ini, langkah apa yang akan mereka lakukan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat Pasbar ke depan. Ini penting kita tanyakan, karena untuk renovasi kantor DPRD ini saja sebagai rumah mereka, sudah lebih 10 tahun di biarkan begitu saja tanpa ada perbaikan,” Tegas Angga yang ditujukan kepada anggota DPRD yang hadir saat itu.
Selain itu juga mahasiswa mengharapkan kepada anggota DPRD agar tidak menambah tunjangan dan fasilitas yang berlebihan.
Pada kesempatan itu, Alwi Nasrul Hadi sat berorasi juga mengatakan, agar DPRD bisa mempercepat dan mendorong pelaksanaan pemilihan wali nagari (pilwana), sebab saat ini Wali Nagari belum defenitif, masih dijabat oleh penjabat (Pj.Wali) dari aparatur sipil negara (ASN).
Setelah secara bertubi-tubi merangkai kata melalui orasi yang disampaikan dengan damai oleh para mahasiswa secara bergantian, akhirnya diambil kesepakatan untuk melakukan dialog duduk bersama berpanas dan berhujan di halaman Kantor DPRD Pasbar.
Dalam dialog dan diskusi yang berlangsung alot tapi kental dengan tata krama identik budaya nilai-nilai keramahtamahan, terbuka dan toleran melalui musyawarah yang bermuara pada kesepakatan.
Pada kesempatan dialog tersebut, Wakil Ketua DPRD Pasbar dari Fraksi PKS, Supriono dengan arif menanggapi aksi mahasiswa tersebut dan mengatakan, ia menyambut baik kedatangan pada mahasiswa yang datang untuk menyampaikan aspirasinya ke Gedung DPRD.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa, inilah sebenarnya sebagai bentuk koreksi, pengingat dan pembelajaran bagi kami DPRD Pasbar untuk melakukan evaluasi ke arah yang baik ke depannya,” terang Supriono.
Dikatakannya, anggota DPRD Pasbar selalu siap menyambut kedatangan mahasiswa dengan tangan terbuka untuk mendengar mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dan kritiknya terhadap kinerja DPRD.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan maaf, bila dalam sambutan ini adanya perbuatan atau ucapan dari anggota kami DPRD yang membuat publik/mahasiswa merasa tidak senang atau kurang berkenan, tentunya itu akan menjadi pembelajaran bagi kami dan kita semua untuk ke depannya, itu makanya pada kesempatan yang baik, kita telah sepakat berdialog untuk mencari solusi,”ungkap Supriono.
Selain itu, anggota DPRD dari fraksi Partai Gerindra, Adriwilza kepada masa aksi (mahasiswa) , dalam menjawab beberapa pertanyaan mahasiswa terkait hal peningkatan PAD. mengatakan, DPRD Pasbar telah melakukan PANSUS DPRD dan juga akan melakukan perampingan terhadap SOTK sehingga akan dapat mengurangi anggaran yang ada.
“Kita telah melaksanakan PANSUS terkait peningkatan PAD, insya Allah dalam bulan ini akan masuk dalam rapat BAMUS yang akan kita lakukan,”terang Adriwilza.
Dalam dialog dan diskusi di ruang terbuka tersrbut, terlihat juga hadir beberapa anggota DPRD lainnya yaitu, Jekrimen,
H. Erianto, Nefri, Muza, Riski,
H. Marwazi, H. Rommy Chandra, Eko supriono, Yon rizal dan anggota lainnya.
Seusai penyampaian melalui dialog dan diskusi yang berlangsung damai tersebut, beberapa Mahasiswa kepada Mikanews menyampaikan, bahwa aksi damai yang mereka gelar di Gedung DPRD Kabupaten Pasbar hari ini, selain mempertanyakan terkait kinerja DPRD Pasbar, juga merespon gerakan mahasiswa se Indonesia terkait isu yang sedang berkembang saat ini, di mana terjadinya aksi serentak demonstrasi mahasiswa diseluruh Indonesia.
Dalam aksinya, terutama saat dialog dan diskusi berlangsung, akhirnya mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan terhadap anggota DPRD Pasbar.
Adapun isi tuntutan tersebut antara lain :
1. Memaksimalkan kinerja DPRD untuk ikut andil dalam mencari jalan keluar atasi defisit anggaran yang terjadi.
2. Hadir dalam mencari solusi terbaik terkait persoalan akraria dan pemblokadean yang di lakukan oleh PT. AMP yang menyulitkan aktivitas masyarakat.
3. Transparansi seluruh kinerja DPRD, serta dana POKIR dan hak masyarakat Pasbar.
4. Adakan musyawarah pembentukan tim sosialisasi batas wilayah antara seluruh Nagari.
5. Surati DPRD Provinsi Sumbar untuk menentukan batas wilayah antara Pasbar dan Madina (prov Sumut)
6. Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPRD dan fasilitas yang baru.
7. Dorong Badan Kehormatan DPRD untuk memeriksa anggota yang melecehkan masyarakat.
Unjuk rasa atau aksi mahasiswa Pasbar yang berlangsung damai di tutup dan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan beberapa tuntutan yang disampaikan mahasiswa, oleh para anggota DPRD yang hadir.
Selain itu, kegiatan unjuk rasa mahasiswa tersebut, terlihat juga dihadiri langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto.
Aksi mahasiswa Pasbar yang tergabung pada kelompok Cipayung Senin, (01/09/2025)
berjalan aman, lancar, dan terkendali di bawah pengamanan ketat dan simpatik dari Polres Pasbar yang di pimpin oleh, Kabag Ops Polres Pasbar, Kompol Muzhendra.
Dikatakan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto.
melalui Kabag Ops Polres Pasbar, Kompol Muzhendra, selain pihak kepolisian, pengamanan juga dilakukan oleh TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja serta kesiagaan Damkar dan beberapa tenaga kesehatan.
Dikatakannya, Kapolres juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersama -sama ikut mengamankan jalannya aksi mahasiswa hingga berakhir sukses dan lancar.
“Terimakasih dan Alhamdulillah aksi unjuk rasa adik-adik mahasiswa hari ini berjalan aman dan lancar,” terangnya. *Mika.
(Aulia)





