BerandaOPINITINGGINYA ANGKA ANAK TIDAK SEKOLAH DI PASAMAN BARAT: Opini dan Solusi Penanganannya

TINGGINYA ANGKA ANAK TIDAK SEKOLAH DI PASAMAN BARAT: Opini dan Solusi Penanganannya

Oleh: Dr. Ikhwanri, M.Pd (Dosen IAI Yaptip Chadijah Ismail)

Mikanews.id | Pasaman Barat dikenal sebagai kabupaten yang kaya akan sumber daya alam, terutama perkebunan kelapa sawit yang menjadi penyumbang utama perekonomian daerah setempat. Namun di balik kekayaan tersebut, tersimpan masalah mendasar yang mengkhawatirkan yaitu tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Berdasarkan data Pusdatin Kemendikbudristek, tercatat sebanyak 5.520 anak usia sekolah di daerah ini tidak melanjutkan pendidikan, menempati peringkat kedua tertinggi di Sumatera Barat.

Fenomena ini sangat ironis dan menjadi tanda tanya besar, mengapa kemajuan ekonomi daerah tidak sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan generasi mudanya.

Menurut pandangan penulis, tingginya angka ATS bukanlah masalah yang muncul karena satu sebab saja, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan.

Memang ada kemungkinan ketidaktepatan data akibat kurang telitinya proses pelaporan, namun hal ini tidak menutupi fakta bahwa persoalan pendidikan di Pasaman Barat nyata adanya.

Masalah ini mencerminkan adanya kesenjangan antara potensi daerah dengan kesejahteraan dan akses warganya. Kekayaan alam belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun sistem pendidikan yang merata. Rendahnya kesadaran ekonomi, keterbatasan akses, serta kurangnya dukungan lingkungan membuat banyak anak terpinggirkan.

Baca juga: STRUKTUR PPWN PASBAR 2026 DITETAPKAN: Anggota Bisa Dicopot Jika Menyimpang

Jika dibiarkan berlarut, dampaknya akan sangat luas: mulai dari meningkatnya kenakalan remaja, rendahnya kualitas sumber daya manusia, tingginya angka pengangguran, hingga menghambat cita-cita daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan adalah hak dasar, sehingga tingginya angka ATS menjadi tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani.

Menurut hemat penulis ada beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini, diantaranya diperlukan langkah-langkah terpadu dan berkelanjutan berikut:

1) Perbaikan dan verifikasi data

Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus turun langsung ke lapangan memeriksa keakuratan data, serta memberikan pelatihan kepada petugas agar pelaporan lebih akurat dan terpercaya.

2) Meringankan beban ekonomi keluarga

Pastikan penerapan pendidikan gratis sepenuhnya tanpa pungutan tambahan. Perluas bantuan biaya pendidikan, subsidi transportasi, dan program bantuan perlengkapan sekolah. Libatkan perusahaan kelapa sawit melalui program tanggung jawab sosial untuk mendukung kebutuhan siswa.

3) Mempermudah akses dan perbaikan fasilitas

Bangun unit sekolah atau kelas jauh di daerah terpencil, sediakan angkutan sekolah gratis, lengkapi sarana belajar, serta penuhi kebutuhan tempat tinggal dan kesejahteraan guru agar bersedia bertugas di pelosok.

4) Meningkatkan kesadaran dan peran keluarga

Adakan sosialisasi dan penyuluhan rutin kepada orang tua, melibatkan tokoh agama dan masyarakat untuk menyadarkan bahwa pendidikan adalah investasi masa depan yang lebih berharga daripada hasil pendapatan sesaat.

5) Membangkitkan motivasi belajar

Terapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan kondisi daerah. Berikan penghargaan bagi siswa berprestasi dan guru berdedikasi, serta hargai pegawai atau masyarakat yang sudah berpendidikan tinggi agar pendidikan menjadi hal yang dihargai dan diminati pula.

6) Sinergi antar pihak

Keberhasilan penanganan sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat. Setiap pihak harus menjalankan perannya masing-masing secara bertanggung jawab.

Tingginya angka Anak Tidak Sekolah di Pasaman Barat adalah tantangan besar yang harus diselesaikan segera. Jangan sampai kekayaan alam daerah hanya dinikmati dalam jangka pendek, sementara generasi penerusnya tumbuh tanpa bekal ilmu dan keterampilan.

Diharapkan dengan langkah penanganan yang tepat, terpadu, dan berkelanjutan, maka angka ATS dapat ditekan secara signifikan, sehingga Pasaman Barat tidak hanya kaya alamnya, tetapi juga maju dan berkualitas sumber daya manusianya….Semoga!

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini