BerandaDAERAHWamendagri, Bima. Sumatera Barat Harus Perkuat Ketangguhan Daerah

Wamendagri, Bima. Sumatera Barat Harus Perkuat Ketangguhan Daerah

Padang, mikanews.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko bencana. Upaya tersebut penting untuk memastikan capaian pembangunan yang telah diraih dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumbar dalam rangka Hari Jadi ke-81 Sumbar di Kantor DPRD Provinsi Sumbar, Kota Padang, Kamis (1/10)..

Bima mengatakan, capaian pembangunan Sumbar tercermin dari sejumlah indikator yang berada di atas rata-rata nasional, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Sumbar untuk terus mengembangkan pembangunan daerah.

Namun, menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun kualitas pelayanan dasar. Pemerintah dan masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk melindungi kehidupan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan ketika menghadapi berbagai risiko.

Dalam konteks tersebut, Bima mengapresiasi pencantuman dimensi kebencanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2025–2029. Langkah itu menunjukkan bahwa antisipasi terhadap risiko bencana telah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, kebijakan pembangunan tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan berbagai risiko di masa mendatang.

Selain ketangguhan terhadap bencana, Bima menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, para pemimpin daerah perlu mempersiapkan generasi mendatang agar pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan infrastruktur.

Bima menilai Sumbar memiliki modal sosial yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Modal itu antara lain bersumber dari nilai agama dan adat, jejaring perantauan dan ikatan nagari, serta daya juang dan inovasi yang diwariskan lintas generasi.

Menurutnya, berbagai kekuatan tersebut perlu dihubungkan dengan tata kelola modern, investasi produktif, dan inovasi. Upaya itu juga perlu dibarengi dengan mendorong lahirnya generasi baru Sumbar yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun global.

“Tidak ada alasan bagi Minangkabau untuk tidak mendunia. Kita menunggu, kita mendoakan, kita mengharapkan bukan saja nasi Padang yang mendunia, bukan saja tari piring yang mendunia, tetapi juga intelektual, profesor, guru besar, pemikir dari Sumatera Barat akan mendunia,” pungkasnya. (rel/gmz)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini