Pasaman Barat, Mikanews.id, | Bupati Pasaman Barat Yulianto, mendorong lulusan perguruan tinggi setempat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Ia berharap para sarjana baru mampu menjadi generasi tangguh, berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Pesan tersebut disampaikan Yulianto saat menghadiri resepsi wisuda bersama Institut Agama Islam (IAI) Yaptip Chadijah Ismail dan Institut Teknologi dan Ilmu Sosial (ITIS) Khatulistiwa Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis (29/10)
Bupati, Yulianto, pada kesempatan itu mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia berharap para lulusan dapat melanjutkan estafet perjuangan pembangunan dengan mengambil peran sesuai dengan bidang ilmu serta kompetensi masing-masing.
“Kita mencari generasi yang tangguh, mau dan mampu mengisi perjuangan pembangunan di Pasbar. Untuk itu, pengabdian adik-adik sangat kami nantikan,” ujar Yulianto.
Lebih lanjut, Yulianto menegaskan bahwa generasi muda tidak harus menempuh pendidikan tinggi ke luar daerah untuk bisa meraih kesuksesan. Menurutnya, perguruan tinggi lokal di Pasaman Barat.
Hal ini terbukti dengan melahirkan banyak lulusan yang berhasil berkiprah di berbagai bidang strategis, termasuk di sektor pemerintahan, legislatif, dan profesi lainnya. Ia berharap capaian alumni terdahulu dapat menjadi motivasi bagi para wisudawan baru untuk terus mengembangkan potensi diri demi kemajuan Pasaman Barat.
Pada wisuda bersama kali ini, IAI Yaptip Chadijah Ismail melepas 162 lulusan angkatan ke-XXVIII. Mereka berasal dari empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Manajemen Pendidikan Islam.
Sementara itu, ITIS Khatulistiwa mewisuda 115 lulusan angkatan ke-XXXVI. Ratusan sarjana baru tersebut berasal dari tiga program studi, yakni Manajemen, Ilmu Hukum, dan Sistem Informasi.
Secara keseluruhan, kedua perguruan tinggi di Pasaman Barat ini menamatkan 277 lulusan, yang secara bersama di perguruan tinggi masing-masing diwisuda oleh pimpinan institut ya di kampusnya.. institut Agama Islam Yaptip Chadiijah Ismail dan ITIS Khatulistiwa di Ophir Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat adalah aset daerah. (gmz)





