Padang Pariaman | Mikanews : Hujan deras yang mengguyur wilayah Padang Pariaman hampir sepanjang satu minggu terakhir telah memicu banjir besar, longsor, serta kerusakan fasilitas umum di berbagai wilayah. Di tengah kondisi darurat ini, masyarakat menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD, sementara pemerintah daerah dan provinsi justru terlihat aktif turun langsung ke lapangan.
Curah hujan ekstrem menyebabkan banyak jalan umum ambruk, akses antarkampung terputus, serta sejumlah bendungan dan fasilitas penahan air jebol. Kerusakan juga terjadi pada irigasi, jembatan kecil, dan berbagai sarana publik lainnya.
Banjir diperparah oleh luapan beberapa aliran sungai besar, seperti Batang Mangoi, Batang Anai, serta sungai-sungai lain yang melintasi wilayah Padang Pariaman. Luapan air ini memperluas daerah terdampak dan menenggelamkan permukiman warga.
Di Kecamatan Ulakan Tapakis, ketinggian air bahkan mencapai hingga 3 meter, membuat banyak rumah warga terendam total dan memaksa evakuasi besar-besaran.
Selain banjir, sejumlah titik di Padang Pariaman juga mengalami longsor, terutama di daerah perbukitan dan wilayah dengan kontur tanah labil.
Baca juga : 22 Sekolah Terdampak Banjir Di Pasaman Barat Akibat Cuaca Ekstrem
Longsor tersebut menutup akses jalan, merusak rumah warga, serta menghambat distribusi bantuan.
Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman bersama jajaran pemerintah daerah tampak aktif mengoordinasikan penanganan, melakukan tinjauan langsung, dan memastikan bantuan segera sampai kepada warga terdampak.
BPBD, TNI-Polri, dan relawan bekerja tanpa henti sejak hari pertama bencana.
Bahkan, Wakil Gubernur Sumatera Barat turut turun langsung ke lokasi bencana, didampingi Bupati, untuk melihat situasi dari dekat dan memastikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi.
“Pemerintah kabupaten dan provinsi hadir langsung. Mereka melihat sendiri kondisi kami,” ujar seorang warga Ulakan Tapakis.
Namun warga kecewa karena tidak melihat kehadiran anggota DPRD Padang Pariaman di lapangan.
“Waktu suara kami dibutuhkan, tiap hari mereka datang. Sekarang saat kami susah, mereka hilang bak ditelan bumi,” ujar seorang warga lainnya.
Dengan banjir meluas, sungai meluap, dan longsor terjadi di berbagai titik, masyarakat berharap para wakil rakyat juga turun melihat kondisi nyata dan memastikan penanganan berjalan maksimal.
(EJA)





