Pasaman Barat | Mikanews.id – Fahri Rifki Adrian (6), seorang anak warga Trans Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Parit Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, dilaporkan hanyut di aliran Sungai Batang Lapu pada Minggu (15/3/2026). Hingga Senin (16/3/2026), korban masih dalam proses pencarian oleh warga bersama aparat setempat.
Peristiwa anak hanyut di Sungai Batang Lapu ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Fahri Rifki Adrian yang diketahui merupakan siswa Sekolah Dasar Negeri di wilayah tersebut, sedang bermain dan memancing ikan bersama beberapa teman seusianya di Lubuk Sibidu, salah satu titik aliran Sungai Batang Lapu yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian korban bersama teman-temannya duduk di atas batu besar di pinggir sungai sambil menunggu ikan menyambar kail pancing mereka. Aktivitas tersebut merupakan kegiatan biasa yang sering dilakukan anak-anak di wilayah tersebut pada sore hari.
Baca juga: Menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Pasaman Barat Gelar Gerakan Pasar Pangan Murah
Namun situasi yang awalnya terlihat normal berubah menjadi kepanikan ketika Fahri diduga terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Arus Sungai Batang Lapu yang cukup deras langsung menyeret tubuh korban sehingga hanyut mengikuti aliran air.
Kejadian tersebut membuat teman-teman korban yang berada di lokasi langsung panik dan memberitahukan kepada warga sekitar. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pencarian awal di sekitar tempat korban jatuh ke sungai.
Walinagari Pematang Panjang, Suharman, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan oleh berbagai pihak.
“Korban masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian, pihak kecamatan, nagari, jorong, serta masyarakat setempat,” kata Suharman melalui pesan WhatsApp pada Senin (16/3/2026).
Menurutnya, laporan kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pihak terkait di tingkat kecamatan maupun pemerintah kabupaten agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal.
Saat ini sejumlah warga bersama aparat masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Lapu, terutama di sekitar lokasi kejadian dan titik-titik yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.
Pencarian dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Warga setempat juga terus membantu petugas dengan melakukan penyisiran secara bergantian di sepanjang bantaran sungai.
“Kita berharap pencarian yang dilakukan oleh warga bersama petugas dapat berjalan lancar sehingga Fahri Rifki Adrian bisa segera ditemukan,” ujar Suharman.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan mengingatkan warga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar sungai yang memiliki arus cukup deras.
(GMZ)





