Pasaman Barat | Mikanews.id – 10 Mei 2026 – Nagari Sinuruik kembali melahirkan terobosan untuk mengatasi keterbatasan pembangunan. Dana nagari yang semula dialokasikan sebesar Rp1,3 miliar, kini terpangkas drastis menjadi hanya Rp300 juta. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Nagari Sinuruik resmi menggaungkan program “Sinuruik Bagoro”.
Program ini telah terlaksana nyata di dua wilayah jorong. Pertama di Jorong Benteng, dilanjutkan di Jorong Kemakmuran, tepatnya pada ruas jalan menuju SMA Negeri Talamau. Kegiatannya berupa perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah dan banyak berlubang. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diminta memberikan sumbangan sekadarnya; ada yang menyumbang semen, pasir, batu, hingga bahan lain yang dibutuhkan.
Seluruh pekerjaan dilakukan secara bergotong royong, disambut dengan sangat antusias oleh warga yang turun langsung bekerja bersama pemerintah nagari.
Maiyori Parma, salah seorang tokoh pemuda di Kampung Aia Angek, Jorong Kemakmuran, menyatakan bahwa program ini sangat berkesan di hati seluruh masyarakat. “Program ‘Sinuruik Bagoro’ ini sangat berkesan di hati masyarakat, karena kami benar‑benar merasakan kehadiran Pemerintah Nagari Sinuruik secara nyata di tengah kehidupan sehari‑hari kami,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Sinuruik, Frianton, yang telah menjabat selama dua periode, menyampaikan keterangannya kepada awak media. “Di tengah kondisi yang serba sulit ini, hanya semangat gotong royonglah yang harus dibangkitkan sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Frianton, pemangkasan anggaran yang tajam sangat membatasi pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, sumbangan sekadarnya dan partisipasi aktif masyarakat menjadi penopang utama agar perbaikan jalan dapat terlaksana.
Hasilnya, lubang‑lubang yang selama ini menyulitkan perjalanan warga, kini telah tertimbun rapi, permukaannya menjadi rata, dan kembali layak dilalui.
Keberhasilan program “Sinuruik Bagoro” membuktikan bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang pembangunan, selama ada kebersamaan, kesediaan berbagi, dan semangat bergotong royong yang kuat antara pemerintah nagari dan masyarakat.
(RMS)





