BerandaDAERAHTragedi Rura Patontang: Panggilan Darurat Perbaikan Layanan Kesehatan Daerah Terpencil Pasaman Barat

Tragedi Rura Patontang: Panggilan Darurat Perbaikan Layanan Kesehatan Daerah Terpencil Pasaman Barat

Pasaman Barat | Mikanews.id – Peristiwa memilukan menimpa seorang ibu hamil di Jorong Rura Patontang, Nagari Batahan Utara, yang harus menggendong rasa duka mendalam. Bayi yang dikandungnya meninggal dunia, setelah ia terpaksa ditandu berjalan jauh menuju akses kendaraan saat hendak melahirkan. Kejadian tragis ini bukan sekadar berita duka, melainkan teguran keras bagi semua pihak akan masih adanya jurang pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman yang terisolir dan sulit dijangkau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, dr. Gina, mengakui bahwa para tenaga kesehatan di lapangan telah berjuang sekuat tenaga dan bekerja sesuai prosedur baku yang berlaku. Namun, ia tak menampik bahwa tantangan terbesar justru datang dari kondisi alam dan akses jalan yang sangat sulit, yang menjadi penghambat utama penanganan cepat saat situasi darurat terjadi.

“Jalur menuju wilayah seperti Rura Patontang memang sangat berat dilalui. Selama ini, bidan desa sudah gencar mengedukasi ibu hamil agar segera memanggil petugas begitu ada tanda-tanda persalinan, supaya pertolongan bisa diberikan sedini mungkin dan meminimalkan risiko,” tegas dr. Gina.

Pemerintah daerah menyatakan telah dan akan terus berjuang mendekatkan akses kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, hingga ke pelosok terjauh. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pemetaan menyeluruh terhadap daerah-daerah sulit dijangkau, agar keberadaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis benar-benar merata.

Baca juga: Kabur ke Rokan Hulu Riau, Satreskrim Polres Pasaman Barat Ringkus Dua Pelaku Penganiayaan dan Penusukan

Saat ini, warga Rura Patontang sudah dilayani oleh satu unit Polindes yang dilengkapi tenaga bidan, persediaan obat, serta peralatan medis dasar. Di sisi lain, pemkab juga tengah memaksimalkan kelengkapan fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Pengambiran.

Nantinya, fasilitas ini akan difungsikan secara penuh sebagai tempat persalinan terdekat, sehingga warga tidak lagi harus menempuh perjalanan berisiko tinggi.

Sebagai langkah antisipasi nyata bagi ibu hamil berisiko tinggi atau yang tinggal jauh dari pusat pelayanan, pemerintah juga telah menyiapkan fasilitas Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di kawasan Jambak, lokasi yang berdekatan langsung dengan RSUD Pasaman Barat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan fasilitas penting ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga wilayah terpencil.

“RTK kami sediakan khusus agar ibu hamil dari daerah jauh bisa tinggal lebih dekat ke rumah sakit menjelang waktu bersalin. Ke depan, sosialisasi dan pendekatan kami akan perkuat kembali, agar masyarakat paham manfaatnya dan mau memanfaatkan fasilitas ini demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Berbagai terobosan layanan juga terus digalakkan, mulai dari kelas ibu hamil, penyuluhan kesehatan keliling, hingga program dokter masuk nagari yang menghadirkan pemeriksaan kehamilan lengkap dan layanan USG secara cuma-cuma di desa-desa terpencil.

Sektor penanganan gawat darurat pun telah dilengkapi dengan ambulans berjenis penggerak empat roda, namun kendaraan tersebut belum bisa menjangkau titik lokasi tertentu karena kondisi jalan yang belum memadai untuk dilalui kendaraan bermotor.

Ke depannya, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat pencegahan melalui peningkatan edukasi keluarga, penguatan standar layanan kesehatan ibu dan anak, serta mengoptimalkan peran strategis bidan desa. Program Desa Siaga dan Perencanaan Persalinan serta Pencegahan Komplikasi (P4K) juga akan dihidupkan kembali dan diperkuat jangkauannya.

Tragedi di Rura Patontang adalah bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama kokoh lintas sektor, mulai dari kesiapan layanan medis, perbaikan infrastruktur jalan yang mendesak, hingga kesadaran penuh masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi kunci utama agar pertolongan pertama pada kasus darurat bisa berjalan cepat, aman, dan tidak ada lagi nyawa yang menjadi korban keterbatasan akses.

(RMS)

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini