PASAMAN BARAT, Mikanews.id | Longsor yang terjadi di jalur utama Simpang Empat–Talu, tepatnya di kawasan Polong Enam, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, sempat melumpuhkan arus transportasi pada Minggu (20/7/2026) dini hari. Material tanah dan pohon tumbang menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Longsor Simpang Empat–Talu menjadi perhatian serius karena ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Talamau dengan wilayah lainnya di Pasaman Barat. Tertutupnya akses jalan berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan arus perdagangan.
Mengetahui kejadian tersebut, Kapolsek Talamau IPTU Fifriki Candra, S.H., M.H., bersama personel kepolisian dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan gotong royong untuk membersihkan timbunan tanah serta mengevakuasi pohon yang menutup badan jalan.
Upaya penanganan dilakukan sejak pagi hari. Berkat kerja sama antara aparat dan warga, proses pembersihan berlangsung cepat sehingga akses transportasi dapat segera dipulihkan.
Sekitar pukul 07.00 WIB, jalur Simpang Empat–Talu akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan setelah seluruh material longsor yang menghalangi badan jalan berhasil disingkirkan.
“Setelah melakukan gotong royong bersama warga untuk menyingkirkan material tanah dan pohon yang sempat menutup total badan jalan, akses lalu lintas kini sudah bisa kembali dilewati,” ujar IPTU Fifriki Candra.
Meski lalu lintas sudah kembali normal, kondisi di lokasi longsor masih memerlukan perhatian khusus. Bahu jalan mengalami kerusakan akibat tanah yang labil sehingga berpotensi menimbulkan risiko baru apabila tidak diantisipasi.
Kapolsek Talamau mengingatkan seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kendaraan bermuatan berat dilarang melintas demi mencegah kerusakan yang lebih parah.
“Kami ingatkan kepada kita semua, tidak ada lagi kendaraan yang bermuatan di atas 6 ton yang melintasi di titik ini karena kondisi jalan sangat rawan dan berisiko membawa kerusakan lebih lanjut di jalan tersebut,” tegasnya.
Jalur Simpang Empat–Talu selama ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian Kecamatan Talamau. Aktivitas pengangkutan hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga mobilitas masyarakat sangat bergantung pada kelancaran akses di ruas tersebut.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah permanen untuk mengatasi persoalan longsor yang berulang. Penguatan tebing, perbaikan struktur jalan, serta penanganan titik rawan dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu aktivitas warga.
Harapan tersebut muncul karena keselamatan pengguna jalan dan stabilitas ekonomi masyarakat Talamau sangat bergantung pada kondisi jalur penghubung Simpang Empat–Talu yang aman dan layak dilalui sepanjang waktu.(*)
(red)





