Bandung | mikanews – Sinergi pemuda bersama Polri menjaga kamtibmas Jawa Barat menjadi fokus utama dalam pertemuan yang mempertemukan perwakilan 157 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di Rooftop Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Minggu (19/7/2026), menjadi ruang dialog sekaligus penguatan komitmen bersama menghadapi berbagai tantangan keamanan dan sosial di daerah.
Sinergi pemuda bersama Polri menjaga kamtibmas Jawa Barat dinilai semakin penting di tengah dinamika global dan nasional yang berdampak hingga ke tingkat daerah. Anggota Komite I DPD RI, Aanya Rina Casmayanti atau yang akrab disapa Teh Aanya, hadir untuk menyerap aspirasi generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam menjaga stabilitas wilayah.
Dalam forum tersebut, Direktur Intelkam Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan, memaparkan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi Jawa Barat. Menurutnya, situasi keamanan tidak hanya dipengaruhi oleh persoalan lokal, tetapi juga perkembangan internasional yang berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi dalam negeri.
Ia menjelaskan bahwa isu perebutan energi di kawasan Timur Tengah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), hingga persoalan lokal seperti perselisihan tempat ibadah, konflik lahan, polemik kepemimpinan desa, dan maraknya aksi kriminalitas jalanan menjadi perhatian bersama yang membutuhkan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat.
“Polri tidak akan pernah menghambat ruang demokrasi atau unjuk rasa, asalkan disampaikan secara santun, sesuai koridor hukum, dan tidak anarkis,” ujar Sukendar di hadapan peserta kegiatan.
Sinergi pemuda bersama Polri menjaga kamtibmas Jawa Barat juga diwujudkan melalui langkah konkret yang disampaikan Teh Aanya. Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan Command Center Layanan 24 Jam Teh Aanya sebagai sarana bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai gangguan keamanan secara cepat.
Program tersebut, menurut Teh Aanya, merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Teh Aanya mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan layanan tersebut lahir dari pengalaman pribadi ketika dirinya pernah menjadi korban pembegalan. Pengalaman kehilangan harta benda itu menjadi alasan kuat baginya untuk menghadirkan ruang pengaduan yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Ia menilai menjaga keamanan Jawa Barat tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Peran masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Pandangan serupa disampaikan Ketua MAPANCAS, Awi Jaya, yang menjadi inisiator kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kondusivitas wilayah membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan pemuda sebagai agen perubahan.
Suasana forum semakin menguat ketika Teh Aanya mengajukan pertanyaan kepada ratusan peserta yang hadir.
“Setuju membersamai TNI-Polri dalam menjaga Jawa Barat?” tanya Teh Aanya.
Serentak seluruh peserta menjawab, “Setuju!”, yang disambut tepuk tangan dan semangat para peserta.
Kegiatan kemudian ditutup dengan deklarasi bersama untuk mendukung Command Center Layanan 24 Jam Teh Aanya. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen para pemuda Jawa Barat untuk memperkuat kolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, mempererat persatuan, serta menciptakan stabilitas daerah di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.
sumber: SIARAN PERS DPD RI





