Banda Aceh | Mikanews.id — Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Aceh menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas sektor pertanian, sistem pengairan, dan daerah aliran sungai (DAS).
FGD Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Provinsi Aceh tersebut digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Kegiatan dipimpin oleh Kaposko Wilayah. Forum ini mempertemukan pemerintah daerah terdampak bencana dengan kementerian, TNI, pemerintah Provinsi Aceh, perguruan tinggi, serta Posko Nasional Satgas PRR.
Sektor Pertanian Jadi Perhatian
Pembahasan FGD mencakup sektor pertanian, sistem pengairan, dan daerah aliran sungai. Ketiga sektor tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Seluruh kepala daerah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari unsur Kementerian Pekerjaan Umum, hadir Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I dan perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Sementara dari Kementerian Pertanian, forum dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Aceh, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, serta perwakilan Direktorat Perkebunan dan Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian.
Libatkan Banyak Unsur
FGD tersebut juga melibatkan Kodam Iskandar Muda dan Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pengairan serta Dinas Pertanian dan Perkebunan.
Keterlibatan perguruan tinggi turut menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Universitas Samudera, dan Universitas Malikussaleh hadir dalam kegiatan.
Selain itu, Posko Nasional Satgas PRR juga turut mengikuti FGD.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dibahas dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian, TNI, perguruan tinggi, dan unsur posko penanganan.
Tiga Sektor Masuk Agenda Percepatan
FGD ini secara khusus mengangkat tiga bidang, yakni pertanian, sistem pengairan, dan daerah aliran sungai.
Sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembahasan bersama Kementerian Pertanian dan jajaran Pemerintah Provinsi Aceh.
Sementara aspek sistem pengairan dan sumber daya air dibahas dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I serta perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Dengan mempertemukan unsur terkait dalam satu forum, pembahasan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diarahkan pada koordinasi lintas sektor.
FGD di Banda Aceh ini menjadi bagian dari agenda percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di Provinsi Aceh, dengan perhatian khusus terhadap sektor pertanian, pengairan, dan daerah aliran sungai.(Red)





