Pasaman Barat, Mikanews.id | Lomba mewarnai tingkat Kabupaten Pasaman Barat tidak hanya menjadi ajang untuk mencari anak dengan hasil gambar terbaik. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi anak dan orang tua untuk membangun kerja sama, kreativitas, serta kepercayaan diri sejak usia dini.
Bunda PAUD Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi anak dan orang tua dalam kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Pasaman Barat tersebut.
Lomba mewarnai itu dibuka secara resmi oleh Ny. Sifrowati Yulianto di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 75 finalis dari berbagai satuan PAUD di Kabupaten Pasaman Barat.
Menurut Sifrowati, lomba mewarnai memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang. Anak dapat belajar mengekspresikan diri, memilih warna, berkreasi, dan bekerja sama dengan orang tua.
“Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menghasilkan gambar paling indah, tetapi bagaimana anak dan orang tua berkolaborasi, bermain, berkarya, serta menciptakan kenangan bersama,” ujar Sifrowati.
Ia mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan keinginan kepada anak selama mengikuti perlombaan. Anak perlu diberi kesempatan untuk memilih warna, berekspresi, bermain, dan menghasilkan karya sesuai kreativitasnya.
Sifrowati juga meminta orang tua tidak memarahi anak ketika belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, pengalaman mengikuti perlombaan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.
“Dampingi anak dengan penuh kasih. Tunjukkan kerja sama ayah, bunda, dan anak. Jangan sampai kegagalan meraih juara justru menjadi pengalaman buruk bagi anak,” pesannya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendukung terbentuknya anak Pasaman Barat yang ceria, percaya diri, kreatif, dan berkarakter. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Diikuti 2.459 Peserta dari Sembilan Kecamatan
Kasi PAUD Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Yulia Fitra, mengatakan kegiatan mewarnai tidak hanya mengajarkan anak mengenal dan menggunakan warna.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat mendorong kemampuan anak dalam berekspresi, meningkatkan keberanian, serta membangun kepercayaan diri. Peran orang tua dalam mendampingi anak juga dinilai penting untuk mendukung proses perkembangan tersebut.
Ketua IGTKI-PGRI Pasaman Barat, Heni Trianti, menjelaskan bahwa 75 finalis yang tampil pada tingkat kabupaten merupakan peserta terbaik dari sekolah masing-masing.
Sebelumnya, lomba tingkat kecamatan dilaksanakan secara serentak pada 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sembilan kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat.
Dari seluruh tahapan tersebut, tercatat 2.459 peserta mengikuti lomba. Selanjutnya, setiap kecamatan memilih tiga finalis untuk mengikuti perlombaan tingkat kabupaten.
” Dari 2.459 peserta, kemudian diseleksi menjadi tiga finalis dari masing-masing kecamatan untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten. Hari ini ada 75 finalis yang berkompetisi. Para pemenang akan mendapatkan piala dan uang tunai,” jelas Heni.
Dengan jumlah peserta tersebut, lomba mewarnai tingkat Kabupaten Pasaman Barat menjadi wadah bagi anak-anak PAUD untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi dalam suasana yang didampingi orang tua.(*)
(Yelpi)





