MANGGARAI, NTT | Mikanews — Bantuan kemanusiaan seberat sekitar 70 ton dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tiba di Pelabuhan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari respons TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah NTT.
Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan pangan. Pengiriman juga mencakup perlengkapan pengungsian, peralatan pendukung, sarana air bersih dan sanitasi, hingga perangkat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan di lokasi terdampak.
Seluruh bantuan diangkut menggunakan Kapal ADRI-XCII BM. Kapal tersebut sekaligus berfungsi sebagai rumah sakit terapung untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Setelah kapal tiba di Pelabuhan Reo, proses bongkar muat langsung dilakukan. Bantuan diterima oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono.
Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak. Kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran tersebut.
Bantuan pangan yang dikirim meliputi beras, gula, minyak goreng, mi instan, susu, dan bubur bayi. Jenis bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa penanganan pascagempa.
Untuk mendukung warga yang mengungsi, TNI AD juga mengirimkan tenda serbaguna dan veldbed. Peralatan tersebut menjadi bagian dari fasilitas pendukung bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dan perlengkapan istirahat.

Dukungan operasional juga disiapkan melalui genset dan perangkat komunikasi satelit Starlink. Kendaraan serta alat berat turut dikerahkan untuk membantu proses pembersihan puing di wilayah terdampak.
Kebutuhan air bersih dan sanitasi juga masuk dalam paket bantuan. Kehadiran fasilitas tersebut penting untuk mendukung kebutuhan dasar warga selama proses penanganan bencana.
Kapal ADRI-XCII BM membawa kemampuan yang lebih luas dibandingkan sekadar mengangkut logistik. Kapal rumah sakit terapung itu dilengkapi ruang pemeriksaan, ruang tindakan medis, ruang bedah, serta sarana evakuasi medis.
Dengan fasilitas tersebut, kapal dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi warga terdampak yang membutuhkan penanganan medis.
Pengerahan sekitar 70 ton bantuan kemanusiaan bersama kapal rumah sakit terapung menunjukkan dukungan TNI Angkatan Darat tidak hanya berfokus pada distribusi kebutuhan pokok.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan, tempat pengungsian, peralatan operasional, air bersih, sanitasi, penanganan puing, komunikasi, serta pelayanan kesehatan.
Setibanya bantuan di Manggarai, tahapan berikutnya adalah pendistribusian ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan. Langkah ini diharapkan membantu mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat setelah gempa bumi. (Tanto)





