BerandaBERITAPemilik PT Yamika Buka Suara soal Polemik Tambang Salira, Bantah Tudingan Warga

Pemilik PT Yamika Buka Suara soal Polemik Tambang Salira, Bantah Tudingan Warga

SERANG – Mikanews.id | Pemilik tambang PT Yamika, Syariefudin Noer, angkat bicara terkait polemik aktivitas pertambangan di Kampung Salira, Desa Salira, Kabupaten Serang.

Ia menyampaikan kronologi kejadian yang melibatkan warga dan pihak perusahaan sekaligus memberikan penjelasan atas tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Syariefudin mengatakan, empat hari sebelum kejadian, dirinya telah menerima informasi dari Kepala Desa Salira Weringin bahwa pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB akan digelar pertemuan dengan warga untuk membahas persoalan yang berkembang terkait aktivitas pertambangan.

Ia mengaku bersedia hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, pada hari yang telah disepakati, sekitar pukul 08.00 WIB, dirinya mendapat informasi bahwa pertemuan dibatalkan karena adanya kepentingan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan.

“Keesokan harinya, Selasa, saya melanjutkan pekerjaan pengupasan area yang akan ditambang,” ujar Syariefudin.

Menurutnya, pekerjaan baru berlangsung beberapa saat ketika seorang warga tiba-tiba datang ke lokasi dan membawa batu berukuran besar serta sebilah balok. Benda tersebut kemudian disebut dilemparkan ke arah alat berat yang sedang beroperasi.

Melihat kejadian itu, Syariefudin mengaku langsung mendatangi warga tersebut dengan maksud mengetahui persoalan yang dipermasalahkan dan menyelesaikannya melalui komunikasi.

Namun, menurut Syariefudin, upaya dialog tersebut justru diwarnai kata-kata kasar dan makian.

“Saya tetap berusaha bersikap santai dan berbicara dengan lembut, namun justru semakin dimaki. Untung warga sekitar dan karyawan saya melerai,” ungkapnya saat dikonfirmasi rubrikbanten melalui sambungan telphon, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan, pihak perusahaan tidak menutup ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, menurutnya, penyampaian keberatan seharusnya dilakukan melalui jalur komunikasi dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik di lapangan.

“Kalau mau menyampaikan aspirasi kan ada ruang yang baik. Bisa disampaikan ke desa, ada kepala desa. Apa yang dipersoalkan dan apa yang dikhawatirkan, kita bisa bicarakan,” katanya.

Syariefudin juga meminta masyarakat tidak membawa persoalan tersebut ke arah tindakan yang dapat mengganggu kondusivitas lingkungan.

“Jangan bawa-bawa kebencian, kemudian menunjuk-nunjuk, mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh. Itu tidak benar,” tegasnya.

Bantah Tudingan Soal Aktivitas Tambang

Terkait sejumlah persoalan yang sebelumnya disampaikan warga, termasuk dugaan terganggunya aliran sungai dan kekhawatiran terhadap keberadaan makam di sekitar area tambang, Syariefudin menyatakan pihaknya siap memberikan penjelasan berdasarkan kondisi dan dokumen yang dimiliki perusahaan.

Ia juga menegaskan bahwa aktivitas perusahaan tidak semestinya langsung dipandang sebagai tindakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah warga Kampung Salira mendatangi lokasi PT Yamika pada 25 Agustus 2026. Warga mengaku resah terhadap aktivitas pertambangan karena khawatir berdampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.

Warga menyoroti kondisi aliran sungai di sekitar lokasi yang disebut tertutup akibat aktivitas tambang milik PT Yamika. Mereka khawatir kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir ketika musim hujan.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan makam yang lokasinya tidak jauh dari area pertambangan. Aktivitas alat berat, bongkar muat material, serta lalu lintas kendaraan pengangkut batu dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi tanah di sekitar pemakaman.

Warga mengaku telah menyampaikan keluhan melalui pemerintah desa. Namun karena merasa belum memperoleh respons yang memadai, mereka kemudian mendatangi langsung lokasi tambang.

Dalam perkembangan tersebut, warga meminta pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Serang hingga Pemerintah Provinsi Banten turun tangan untuk mengevaluasi aktivitas pertambangan PT Yamika.

Mereka juga meminta agar seluruh kegiatan pertambangan PT Yamika dipastikan berjalan sesuai ketentuan dan memperhatikan aspek lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Sementara itu, pihak PT Yamika menyatakan terbuka terhadap penyampaian aspirasi masyarakat melalui mekanisme dialog. Perusahaan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kondusif tanpa tindakan yang berpotensi memicu konflik antara warga dan pihak perusahaan.

Google News

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini